Wilmar Dampingi Petani Demi Hidupkan Lahan Tidur

Berita, Teknologi173 Dilihat

Jakarta: PT Wilmar Padi Indonesia (WPI) bersama petani di Desa Kedung Rawan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar panen raya di sebuah lahan tidur seluas enam hektare (ha). Dalam pendampingan itu, mereka berhasil menghidupkan lahan tidur, sehingga mampu memperoleh produktivitas hingga 6-7 ton per ha.
 
Menurut Kepala Desa Kedung Rawan Machrudi, pada panen kedua kali ini produktivitas naik signifikan dibanding sebelumnya. Ketika panen pertama, produktivitasnya rendah akibat 70-80 persen dari total luas lahan ditumbuhi gulma rumput.
 
Saat itu hasilnya hanya satu ton per ha. Meski sudah dilakukan land clearing, gulma masih sulit dihilangkan karena sudah tumbuh belasan tahun sehingga benih-benihnya masih ada.
 
Belajar dari musim tanam pertama, WPI dan petani berupaya untuk mengatasi gulma, sehingga pada panen kedua produktivitas melonjak karena serangan rumput berkurang menjadi 30 persen.
 
“Pada panen kedua ini produksi bisa mencapai enam ton per ha. Ini di luar dugaan, karena tadinya kami menargetkan hanya lima ton per ha,” kata Machrudi di sela panen raya, dikutip dari siaran pers, Minggu, 8 Oktober 2023.
 

 

Tingkatkan produktivitas

 
Machrudi menyebut, pendampingan tersebut bermanfaat bagi petani karena membantu meningkatkan produktivitas. Lahan tidur itu adalah tanah gogol (tanah komunal/desa), yang telah terbengkalai selama 10 tahun terakhir.
 
Petani enggan mengolah lahan karena sering banjir dan banyak serangan tikus. Biaya untuk mengolah lahan tersebut juga tidak sedikit. “Kami berterima kasih karena dibantu memanfaatkan kembali lahan ini,” ujar Machrudi.
 
Untuk mengolah kembali lahan tidur, petani bersama WPI membuat tiga saluran pembuangan air dan melakukan lima kali land clearing untuk membasmi gulma. Dengan sejumlah upaya, pada musim tanam berikutnya diharapkan produktivitas meningkat menjadi delapan ton per ha.
 
Rice Business Head PT Wilmar Padi Indonesia Saronto menuturkan, di tengah keterbatasan lahan pertanian, menghidupkan kembali lahan tidur merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan produksi pangan. Hal itu sesuai dengan arahan pemerintah.
 
Pihaknya berharap, peningkatan produksi dari lahan tidur dapat dilanjutkan ke daerah lainnya. Program pemanfaatan lahan tidur juga merupakan program corporate social responsibility (CSR) Wilmar Group. “Ini adalah pilot project dan diharapkan dapat terus berlanjut,” ujar Saronto.
 
Dalam pendampingan itu, pihaknya memberikan bantuan pupuk, benih, dan agronomis (petugas lapangan). WPI akan melakukan pendampingan hingga lahan tersebut kembali produktif dan kemudian akan dikelola oleh masyarakat.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

Baca Juga  Leptospirosis di Gunungkidul Mencapai 63 Kasus, 3 Orang Meninggal

(HUS)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *