Wamenlu Beberkan 3 Fokus Kerja Sama RI-Amerika Latin dan Karibia, Apa Saja?

Berita, Teknologi615 Dilihat

Jakarta: Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (INALAC) kembali digelar. Wakil Menteri Luar Negeri RI Pahala Mansury mengungkapkan, ada tiga bidang yang harus difokuskan kerja samanya.
 
“Pertama, memperluas perdagangan dan investasi,” kata Pahala dalam pembukaan INALAC di Jakarta, Senin, 16 Oktober 2023.
 
Ia mengatakan, di bidang perdagangan, total perdagangan Indonesia dengan negara Amerika Latin dan Karibia meningkat sebesar 8,9 persen dalam lima tahun terakhir.

Pada 2022, nilainya sebesar USD13,10 miliar, atau naik 24,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, investasi antara Indonesia dengan Amerika Latin dan Karibia senilai USD11,30 juta pada 2022.
 
Pahala menuturkan, Indonesia dan kawasan tersebut sudah mempunyai mekanisme yang kuat untuk menjalin kerja sama yang konkret. Menurutnya, kemitraan strategis dengan Brasil dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Chile harus dimanfaatkan sepenuhnya.
 
Begitu pula dengan CEPA Indonesia-Mercosur dan CEPA Indonesia-Peru.
 
“Kita juga harus menjajaki peluang lebih lanjut, termasuk akses pasar yang lebih besar untuk barang-barang berteknologi tinggi dan bernilai tambah tinggi. Dan investasi pada sektor-sektor strategis,” lanjut dia.

Transisi Energi

Sementara itu, fokus kedua adalah transisi energi. “Indonesia dan Amerika Latin mempunyai ambisi yang sama, untuk beralih ke energi terbarukan, dan mencapai emisi nol bersih,” lanjutnya.
 
Bahkan, ungkap Pahala, kedua kawasan ini mempunyai potensi yang sangat besar sebagai pusat energi terbarukan, khususnya hidrogen hijau.
 
Indonesia dan Amerika Latin dan Karibia, lanjut dia, juga dapat memainkan peran penting dalam industri kendaraan listrik. Pasalnya, kawasan ini mempunyai cadangan yang melimpah mineral penting, termasuk Nikel, Tembaga, Kobalt, dan Litium.
 
“Kita harus berusaha bagaimana kita bisa saling melengkapi, menjadi bagian penting dalam rantai pasokan global, dan berkontribusi pada percepatan transisi energi global,” serunya.
 
Fokus ketiga, kata Pahala, ekonomi digital dan kreatif. “Kami mengalami hal yang substansial pertumbuhan teknologi digital yang berpotensi menghasilkan USD1,7 triliun pada tahun 2030 di Amerika Latin, dan USD360 miliar pada 2023 di Indonesia,” terangnya.

Baca Juga  Setelah 14 Tahun, GOTO Resmi Capai Level Profitabilitas

ASEAN-Indo Pacific Forum

Menurut Pahala, baik Indonesia dan Amerika Latin dan Karibia, menikmati lebih dari 4 persen PDB dari ekonomi kreatif. Hal ini menghadirkan banyak bidang untuk dikolaborasikan, termasuk dalam perkembangan digital dan infrastruktur digital.
 
Pahala membanggakan keberhasilan penyelenggaraan ASEAN-Indo Pacific Forum (AIPF) bulan lalu. Kegiatan di sela KTT ASEAN ini menghasilkan 93 proyek kerjasama senilai USD38,2 miliar, di bidang teknologi digital, energi terbarukan, kesehatan dan sektor strategis lainnya.
 
“Saya berharap INALAC akan menghasilkan kesuksesan yang sama atau bahkan lebih. Ke depan Indonesia juga akan menjajaki kemungkinan pembentukan Forum INALAC yang terdiri dari tiga pilar, yakni ekonomi, sosial budaya dan isu strategis lainnya.
 
Ia menutup pidatonya dengan mengumumkan Forum Bisnis INALAC yang ke-6 akan digelar di Lima, Peru, tahun depan.
 
Baca juga:  Pengusaha Amerika Latin dan Karibia Semakin Berminat Lirik Potensi Pasar Indonesia
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(WIL)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *