Wall Street Kompak Dibuka Hijau, Ini Pemicunya

Berita, Teknologi597 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street dibuka kompak ke zona hijau pada perdagangan Selasa (10/10/2023) didorong oleh penurunan imbal hasil Treasury akibat kekhawatiran investor akan risiko perang Israel-Hamas, sehingga pelaku pasar AS menilai pasar modal relatif lebih menguntungkan

Dow Jones dibuka menguat 0,24% di posisi 33.686,14, sementara S&P 500 naik 0,21% di posisi 4.344,90, begitu juga dengan Nasdaq terapresiasi 0,19% diposisi 13.509,55.

Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang menjadi acuan turun sekitar 8 basis poin menjadi 4,701%, karena investor beralih ke aset safe haven tradisional di tengah konflik. Pergerakan ini mencerminkan reaksi pertama pasar obligasi terhadap konflik Israel-Hamas seiring kembali dibukanya pasar setelah libur Hari Columbus.

Harga minyak juga melemah setelah reli pada sesi sebelumnya. West Texas Intermediate dan Brent berjangka lebih rendah sebesar 0,4%.




Ilustrasi Wall Street. (AP/Louise Delmotte)Foto: (AP/Louise Delmotte)
Ilustrasi Wall Street. (AP/Louise Delmotte)

Penurunan imbal hasil memberikan dorongan pada pasar saham, karena Wall Street masih khawatir atas kenaikan suku bunga yang cepat baru-baru ini. Investor mungkin juga sudah melupakan risiko geopolitik yang disebabkan oleh konflik tersebut.

Hal tersebut didukung oleh laporan payrolls bulan September yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Jumat dan optimisme menjelang serangkaian pendapatan kuartal ketiga minggu ini.

Saham PepsiCo naik sekitar 1.8% di awal perdagangan, setelah produsen minuman dan makanan ringan tersebut melaporkan hasil kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan. Perusahaan juga menaikkan prospek pendapatannya.

Serangan Hamas terhadap Israel menandai serangan paling mematikan dalam 50 tahun terakhir. Setidaknya 900 orang di Israel telah terbunuh sejauh ini dalam apa yang disebut Hamas sebagai Operasi ‘Al Aqsa Flood’ atau Banjir Al Aqsa, dan lebih dari 687 orang di Gaza dan Tepi Barat tewas dalam serangan balasan Israel di Jalur Gaza, menurut angka terbaru.

Sebagai informasi, Hamas adalah kelompok penentang Israel yang didukung oleh Iran dan telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007.

“Sangat menantang untuk ingin menjadi investor ekuitas dan saham AS saat ini,” kata manajer hedge fund Miliarder Paul Tudor kepada CNBC pada hari Selasa.

“Anda menghadapi ketidakpastian geopolitik… Amerika Serikat mungkin berada dalam posisi fiskal terlemah sejak Perang Dunia II dengan utang terhadap PDB sebesar 122%,” lanjutnya.

Selama sesi perdagangan hari Senin, saham-saham juga berbalik arah yang anjlok pada pembukaan menjadi positif secara keseluruhan.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


The Fed Diramal Masih ‘Galak’, Wall Street Dibuka Terkoreksi

(mza/mza)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Rupiah Makin Merana, Dolar Naik ke Rp16.250!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *