Titik Api di TPA Jatibarang Semakin Berkurang

Berita, Teknologi642 Dilihat


Semarang: Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebutkan titik api di bekas kebakaran kawasan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Jatibarang terpantau terus berkurang seiring dengan bantuan water bombing.

“Tadi pagi dimonitor masih ada enam titik. Jadi, dari 30 titik sekarang sudah enam titik,” kata Ita, sapaan akrab Hevearita, saat memantau pendinginan TPA Jatibarang Semarang, Minggu, 24 September 2023.

Proses pemadaman kebakaran TPA Jatibarang telah memasuki tahap pendinginan sejak Selasa, 19 September 2023, yang diperkirakan berlangsung seminggu, dan dituntaskan dengan metode water bombing.

Water bombing atau gempuran bom air yang digunakan juga untuk pemadaman TPA Putri Cempo Solo dan lereng Gunung Bromo, sudah sejak Sabtu, 23 September 2023, berlangsung di TPA Jatibarang.

Operasi water bombing dilakukan menggunakan helikopter jenis Super Puma milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengambil air dari Waduk Jatibarang dengan kapasitas angkut 4.000 liter air.
 


“Ini adalah sortie (pengambilan air) kedua yang dilakukan untuk pemadaman di wilayah TPA Jatibarang. Kemarin ada 52 kali penyemprotan,” kata Ita, sapaan akrab Hevearita.

Meski titik api sudah berkurang, kata dia, diprediksi di dasar gunungan sampah masih ada sisa bara api yang sewaktu-waktu dapat menyala kembali sehingga perlu diwaspadai.

“Sebenarnya dari permukaan sudah tidak kelihatan. Dilihat dari drone apinya sudah hilang dan sudah tidak ada asap. Tapi, tahu-tahu pagi-pagi tadi masih ada enam titik api lagi,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, rencananya water bombing menuntaskan pendinginan bekas kebakaran hingga Senin, 25 September 2023, agar sisa-sisa bara api yang masih ada bisa dipadamkan sepenuhnya.

“Mudah-mudahan dua hari ini apinya bisa padam. Karena jika sampahnya ini seperti tanah gambut maka bara apinya sampai ke dalam-dalam,” terang dia.
 


“Hasil koordinasi dengan Pak Kolonel Hery Setiono (Tenaga Ahli Kepala BNPB) hari ini ada 3 sortie, yang satu sortie-nya tiga jam dimulai setengah delapan (07.30 WIB). Kemudian sudah sekitar 16 kali (rit). Rencananya besok satu hari lagi (water bombing),” imbuh Ita.

Sebelumnya, kebakaran melanda kawasan TPA Jatibarang, Kota Semarang, pada Senin siang, 18 September 2023, dan baru memasuki proses pendinginan pada Selasa, 19 September 2023, sekitar pukul 04.00 WIB.

Setidaknya ada luasan dua zona yang terbakar di TPA Jatibarang mencapai lima hektare. Masing-masing zona, satu yang merupakan bekas TPA sampah yang sudah tidak digunakan lagi dan zona bekas pabrik pupuk yang berada di bawahnya.

Semarang: Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebutkan titik api di bekas kebakaran kawasan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Jatibarang terpantau terus berkurang seiring dengan bantuan water bombing.
 
“Tadi pagi dimonitor masih ada enam titik. Jadi, dari 30 titik sekarang sudah enam titik,” kata Ita, sapaan akrab Hevearita, saat memantau pendinginan TPA Jatibarang Semarang, Minggu, 24 September 2023.
 
Proses pemadaman kebakaran TPA Jatibarang telah memasuki tahap pendinginan sejak Selasa, 19 September 2023, yang diperkirakan berlangsung seminggu, dan dituntaskan dengan metode water bombing.

Baca Juga  Bank Mega Restui Wakil Komisaris Utama Yungky Setiawan Mundur



Water bombing atau gempuran bom air yang digunakan juga untuk pemadaman TPA Putri Cempo Solo dan lereng Gunung Bromo, sudah sejak Sabtu, 23 September 2023, berlangsung di TPA Jatibarang.
 
Operasi water bombing dilakukan menggunakan helikopter jenis Super Puma milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengambil air dari Waduk Jatibarang dengan kapasitas angkut 4.000 liter air.
 

“Ini adalah sortie (pengambilan air) kedua yang dilakukan untuk pemadaman di wilayah TPA Jatibarang. Kemarin ada 52 kali penyemprotan,” kata Ita, sapaan akrab Hevearita.
 
Meski titik api sudah berkurang, kata dia, diprediksi di dasar gunungan sampah masih ada sisa bara api yang sewaktu-waktu dapat menyala kembali sehingga perlu diwaspadai.
 
“Sebenarnya dari permukaan sudah tidak kelihatan. Dilihat dari drone apinya sudah hilang dan sudah tidak ada asap. Tapi, tahu-tahu pagi-pagi tadi masih ada enam titik api lagi,” ujarnya.
 
Karena itu, kata dia, rencananya water bombing menuntaskan pendinginan bekas kebakaran hingga Senin, 25 September 2023, agar sisa-sisa bara api yang masih ada bisa dipadamkan sepenuhnya.
 
“Mudah-mudahan dua hari ini apinya bisa padam. Karena jika sampahnya ini seperti tanah gambut maka bara apinya sampai ke dalam-dalam,” terang dia.
 

“Hasil koordinasi dengan Pak Kolonel Hery Setiono (Tenaga Ahli Kepala BNPB) hari ini ada 3 sortie, yang satu sortie-nya tiga jam dimulai setengah delapan (07.30 WIB). Kemudian sudah sekitar 16 kali (rit). Rencananya besok satu hari lagi (water bombing),” imbuh Ita.
 
Sebelumnya, kebakaran melanda kawasan TPA Jatibarang, Kota Semarang, pada Senin siang, 18 September 2023, dan baru memasuki proses pendinginan pada Selasa, 19 September 2023, sekitar pukul 04.00 WIB.
 
Setidaknya ada luasan dua zona yang terbakar di TPA Jatibarang mencapai lima hektare. Masing-masing zona, satu yang merupakan bekas TPA sampah yang sudah tidak digunakan lagi dan zona bekas pabrik pupuk yang berada di bawahnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

Baca Juga  Jelang FOMC The Fed, IHSG Menguat Lebih Dari 1%

(MEL)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *