Tiongkok Mengaku Berhasil Bongkar Identitas Mata-Mata yang Bekerja untuk AS

Berita, Teknologi640 Dilihat

Beijing: Badan mata-mata terkemuka Tiongkok mengatakan pada Minggu, 22 Oktober 2023, bahwa seorang warga negara Tiongkok yang bekerja di sebuah lembaga pertahanan diduga kuat telah menjadi mata-mata untuk Amerika Serikat. Dugaan kasus ini telah dilimpahkan ke sebuah pengadilan di kota barat daya Chengdu.
 
Ini merupakan kasus terbaru yang menggarisbawahi tingginya komitmen Tiongkok terhadap keamanan nasional yang meliputi perluasan undang-undang anti-mata-mata dan tindakan keras terhadap praktik korupsi dalam negeri.
 
Kantor berita pemerintah Tiongkok, CCTV, mengatakan dalam sebuah laporan bahwa seorang pria bermarga Hou yang bekerja di sebuah lembaga pertahanan telah dikirim pada tahun 2013 sebagai sarjana tamu ke sebuah universitas di AS. Di sana, ia dipaksa untuk mengungkapkan rahasia negara Tiongkok.

Kementerian Keamanan Negara Tiongkok merilis pernyataan bersama dengan laporan tersebut di akun media sosial WeChat pada hari Minggu, yang mengatakan bahwa “kegiatan spionase berjalan seiring dengan penipuan, godaan, dan konspirasi.”
 
Universitas tersebut tidak disebutkan namanya dalam pernyataan atau laporan media.
 
CCTV mengatakan seorang profesor AS yang dekat dengan Hou memperkenalkannya kepada seseorang yang mengaku sebagai karyawan perusahaan konsultan. Namun sebenarnya karyawan tersebut merupakan seorang “petugas intelijen” AS yang menggunakan perusahaannya sebagai kedok, lapor CCTV.
 
Pada bulan-bulan berikutnya ketika mereka menjadi lebih bersahabat, petugas intelijen tersebut mendekati Hou untuk menjadi ahli konsultasi di “perusahaannya”, dengan menjanjikan pembayaran sebesar USD600-USD700 untuk setiap kualitas layanan.

Aktivitas Spionase

Beberapa bulan kemudian, ketika istri dan putra Hou mengunjungi AS, petugas intelijen itu mengungkapkan niat sebenarnya dan mengusulkan perubahan dalam cara mereka bekerja sama. Hou, yang mengkhawatirkan keselamatan istri dan putranya, menyetujui persyaratan tersebut, menurut CCTV.
 
Berdasarkan pengaturan tersebut, dalam banyak pertemuan, Hou akan diminta mengungkapkan rahasia yang sangat rahasia dalam sesi selama satu jam. Hou kemudian mendapatkan sekitar USD1.000 sebagai kompensasi, menurut laporan CCTV.
 
Kerja sama berlanjut setelah Hou kembali ke Tiongkok pada 2014. Ia disebutkan biasanya bertemu dengan agen intelijen AS saat menghadiri konferensi internasional. Hou juga beberapa kali pernah memberikan informasi intelijen di bidang pertahanan nasional dan industri militer atas inisiatifnya sendiri, kata laporan CCTV.
 
Setelah diselidiki pemerintah Tiongkok, Hou ditahan pada Juli 2021 dan didakwa atas dugaan spionase.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah menangkap dan menahan puluhan warga negara Tiongkok dan asing karena dicurigai melakukan spionase, sehingga meningkatkan kekhawatiran AS atas upaya kontra-spionase yang dilakukannya.
 
Baru-baru ini, agen mata-mata Tiongkok menerbitkan rincian baru tentang seorang warga negara AS yang dipenjara seumur hidup karena spionase di awal 2023.
 
Baca juga:  Jadi Mata-mata Tiongkok, Dua Prajurit AL Amerika Serikat Ditangkap
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

Baca Juga  Cadev Turun US$ 4,2 M, Dipakai Bayar Utang & Stabilisasi Rupiah

(WIL)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *