Tanaman Ini Bisa Kurangi Dampak Cuaca Panas Ekstrem Lho!

Berita, Teknologi579 Dilihat

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara rata-rata saat musim kemarau pada 2023, khususnya pada September adalah 27.0 °C.  Selama September 1991-2020 suhunya berkisar 26.6 °C, artinya kelainan suhu udara di Indonesia pada September 2023 ini menjadikannya sebagai nilai anomali tertinggi keempat sepanjang periode pengamatan sejak 1981.
 
Pengajar Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Mega Atria, mengatakan tanaman hijau dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi polusi dan dampak cuaca ekstrem. Terdapat tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan suhu tinggi, seperti tanaman hias, tanaman obat, dan aneka pepohonan yang biasanya ada di halaman rumah.
 
“Tumbuhan adalah salah satu organisme penyedia jasa ekosistem bagi manusia dan lingkungan. Tumbuhan merupakan komponen utama penyerap karbon dan berperan sebagai penyedia jasa lingkungan yang berfungsi sebagai penghasil udara segar, peneduh, penyerap debu dan polutan, penyubur tanah, hingga pengikat air tanah, sehingga eksistensinya sangat penting untuk kehidupan manusia,” papar Mega dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Oktober 2023.

Mega mengimbau masyarakat menanam tanaman hias di halaman rumah atau lingkungan sekitar rumah. Dia menyarankan beberapa tanaman hias berdaun yang cocok untuk ditanam di suhu panas, seperti palem hias, nanas bromeliad, sirih gading, dan lidah buaya yang juga berfungsi untuk menyerap debu.
 
Mega mengimbau masyarakat menanam tanaman-tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan menyukai cahaya matahari. Misalnya, tanaman hias seperti kelompok kaktus, bougenvile, dan kamboja.
 
Jenis nontanaman hias juga bisa menjadi alternatif, seperti bambu dan jenis pohon peneduh yang memiliki kanopi lebar dan dapat mengurangi efek suhu tinggi. Bagi masyarakat yang berencana ingin mulai kegiatan bercocok tanam, Mega mengatakan hal paling utama adalah pemahaman tanaman akan membawa manfaat baik untuk lingkungan maupun diri sendiri.
 
Dia berharap masyarakat bisa menyiapkan lahan untuk ditanami tumbuhan di hunian masing-masing. Kegiatan penanaman dapat dimulai dengan menanam aneka sayur dan buah untuk dikonsumsi sendiri.
 
Mega yakin dengan menerapkan konsep grow your own food, masyarakat akan mampu mencukupi kebutuhan pangannya sehari-hari. Apabila memiliki lahan yang cukup luas, masyarakat juga bisa menanam pohon buah atau peneduh.
 
“Karena jika lingkungan kita banyak pohon atau tanaman bunga, kita berperan juga dalam memastikan proses ekologi dan siklus jasa ekosistem tetap terjaga, tentunya kita juga yang mendapat keuntungan,” kata Mega.
 

Baca Juga  Pasokan AS Bikin Was-Was, Harga Minyak Mentah Kembali Naik

Kuliah di kampus favorit dengan beasiswa full kini bukan lagi mimpi, karena ada 426 Beasiswa Full dari 21 Kampus yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Info lebih lanjut klik, osc.medcom.id
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(REN)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *