Simak! Ini Daftar Saham Cuan & Boncos Pekan Ini, Kamu Punya?

Berita, Teknologi589 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pekan ini. Pada perdagangan Jumat (29/9/2023), IHSG ditutup menguat tipis 0,03% di posisi 6.939,89. Kendati ada penguatan tipis di hari terakhir perdagangan, IHSG secara mingguan ditutup terdepresiasi sebesar 1,10% meskipun terdapat beberapa saham yang mengalami penguatan namun beberapa saham lainnya anjlok.

Juara pekan ini ditempati oleh PT Era Media Sejahtera (DOOH) yang terbang 75,71% dalam satu minggu terakhir dan posisi runner up dihuni oleh PT Sumber Mas Konstruksi (SMKM) yang melonjak 43,44%. Di lima besar juga terdapat PT Telefast Indonesia (TFAS) yang menguat 28,13% meskipun memang lonjakan harga TFAS ini tak diiringi oleh story yang cukup solid.

Kendati demikian, kondisi makro RI yang diproyeksi masih akan tetap kuat di tengah risiko perlambatan ekonomi global dan ekonomi digital RI yang terus bertumbuh bisa menjadi modal penting untuk Telefast.



Sementara itu, saham yang paling merana pekan ini yakni PT Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) yang turun sebesar 33,33% dari Rp2 menjadi Rp 3 per lembar saham. Begitu pula dengan PT Platinum Wahab Nusantara (TGUK) yang terdepresiasi sebesar 28,4% selama sepekan.

Sebelumnya, TGUK terkena UMA karena kenaikan yang cukup signifikan dan akhirnya BEI pun mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Setelah itu, harga saham TGUK terus longsor hingga penutupan perdagangan Jumat (29/9/2023).

Selain sentimen dari internal, secara makroekonomi pun, Indonesia saat ini sedang mengalami tekanan. Hal ini terbukti dari capital outflow khususnya di saham. Menurut data transaksi 25-27 September 2023 Bank Indonesia (BI), terjadi ual neto Rp2,07 triliun di pasar saham. Ini yang menjadi salah satu alasan terjadinya penurunan terhadap harga saham di Indonesia.

Baca Juga  BI Rate Ditahan, Rupiah Sepekan Belum Bergeming

Selain itu, tekanan dari eksternal seperti sikap hawkish bank sentral AS (The Fed) yang berpotensi kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) di sisi tahun ini pun memberikan sentimen negatif bagi risk asset seperti saham.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Top Gainers & Top Losers Sepekan, Anda Boncos atau Cuan?

(rev/rev)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *