Setelah Terkoreksi 2 Hari, Harga CPO Enggan Bergerak Pagi Ini

Berita, Teknologi466 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau stagnan di sesi awal perdagangan Kamis (12/10/2023) enggan melanjutkan penguatan ataupun koreksi pada perdagangan kemarin.

Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan terpantau stagnan di posisi MYR 3.551 per ton pada pukul 08:00 WIB. Kentadi tak bergerak, harganya masih saja bercokol di level 3.500, level terlesu sejak perdagangan Juni 2023.

Pada perdagangan Rabu (11/10/2023) harga CPO ditutup melemah 0,39%% ke posisi MYR 3.551 per ton. Dengan ini, dalam sebulan harganya sudah jatuh 5,73%, dan menambah derita koreksi hingga 14,93% secara tahunan.



Kondisi ini terjadi setelah harga mengalami koreksi dua hari beruntun dengan total 1,4% karena stok yang lebih tinggi dan pasokan minyak bunga matahari yang lebih murah melebihi harapan untuk peningkatan ekspor pada tingkat harga yang lebih rendah.

“Harga minyak sawit telah turun, begitu pula harga minyak nabati lainnya. Minyak sawit harus bersaing dengan minyak bunga matahari untuk mempertahankan pangsa pasar,” kata seorang pedagang minyak nabati yang berbasis di Mumbai yang dikutip dari Reuters.

Membanjirnya minyak bunga matahari murah dari Rusia dan Ukraina memberikan tekanan pada harga minyak sawit karena kedua produsen utama tersebut memanfaatkan depresiasi mata uang untuk meraih pangsa pasar minyak nabati yang lebih besar.

Angka ekspor cukup baik pada 10 hari pertama bulan Oktober, mengindikasikan permintaan telah membaik pada tingkat harga yang lebih rendah.

Selain itu, dari sisi ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-10 Oktober naik 12,5% menjadi 29,6% dari bulan sebelumnya, menurut data surveyor kargo.

Baca Juga  Top! Program 'Buang Dolar' BI Makin Tokcer di Akhir 2023

Stok minyak sawit Malaysia pada akhir September naik 9,6% menjadi 2,31 juta ton, level tertinggi dalam 11 bulan, data dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menunjukkan pada hari Selasa.

Indonesia, eksportir minyak sawit terbesar di dunia, akan meluncurkan bursa berjangka minyak sawit mentah (CPO) pada hari Jumat, namun tidak akan mewajibkan perdagangan melalui bursa tersebut, kata kepala regulatornya kepada Reuters pada hari Rabu.

Dari sisi minyak saingannya, minyak kedelai berjangka di Chicago Board of Trade BOc2 naik 0,23% pada pukul 10.27 GMT. Revisi turun pada perkiraan produksi tanaman kedelai AS juga mendukung minyak kedelai dan minyak nabati lainnya, kata pedagang yang berbasis di Mumbai.

Departemen Pertanian AS menilai 51% tanaman kedelai berada dalam kondisi baik hingga sangat baik, turun dari 52% pada minggu lalu dan merupakan nilai terendah sepanjang tahun ini sejak tahun 2012.

Harga minyak sedikit berubah pada awal perdagangan Asia, karena meredanya kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan akibat konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Harga CPO Naik Hari Ini Tapi Justru Bikin Deg-Degan

(aum/aum)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *