Sendratari Roro Mendut Pukau Publik Singapura

Berita, Teknologi155 Dilihat
Singapura: Roro Mendut dan kekasihnya Panacitra yang memilih mati bersama, “rohnya” telah terbang ke nirwana. Tumenggung Wiroguna yang kehilangan orang yang ingin diperistrinya pun telah pergi dengan membawa kepedihannya. Namun penonton di NAFA Lee Foundation Theatre belum mau meninggalkan tempat pertunjukan.
 
Para profesor seni dan budaya dari Singapura tidak henti menyampaikan pujiannya kepada para penari dari Sanggar Padneswara. Para mahasiswa dari mancanegara pun naik ke atas panggung untuk bertemu langsung dengan para penampil.
 

Retno Maruti berhasil membuat penonton terpukau menyaksikan keindahan tari yang dikemas dalam cerita “Roro Mendut” Sabtu, 7 Oktober, di Singapura. Sebanyak 20 orang penari yang dibawa Retno Maruti mampu menerjemahkan cerita dalam sebuah sendratari yang mengalir. Panggung luas mampu dioptimalkan secara penuh untuk memaksimalkan tarian.
 
Para penari Sanggar Padneswara merupakan penari-penari yang profesional. Ikut tampil di antara penari itu Nungki Kusumawati. Sementara 10 pemain gamelan dan sindennya sangat terampil untuk mengikuti alur cerita dan gerakan para penari.
 
Ketika ada adegan sabung ayam, gamelan bertingkah dinamis mengikuti dua penari yang bertarung bak dua ekor ayam yang beradu. Para pemilik ayam tentu saja ikut larut dengan teriakan-teriakan untuk memenangkan jagonya.
 
Di sisi lain gamelan mengalun lembut ketika Raro Mendut bertemu Panacitra di Taman Wiroguna. Komunikasi di antara keduanya yang penuh cinta terasa syahdu, termasuk ketika mereka memilih kabur dari Tumenggung Wiroguna.
 
Sendratari Roro Mendut Pukau Publik Singapura
 
Pertunjukan tari klasik Indonesia menunjukkan tingginya budaya Indonesia. Lemah gemulainya gerakan kaki dan tangan para penari membuat penonton terpaku untuk menikmati keindahan seni tari Indonesia.
 
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi pendukung kegiatan promosi budaya ke luar negeri. Namun dukungan orang Indonesia yang aktif kepengurusan Nanyang Academy of Fine Arts, Chew Shin Hwa membuat Sanggar Padneswara bisa tampil dan menghibur penonton yang memadati NAFA Lee Foundation Theatre Sabtu malam.
 
“Kami sebenarnya akan tampil di Singapura sebelum pandemi. Kami sudah melakukan persiapan. Namun karena pandemi semuanya tidak bisa terlaksana,” kata Nungki bercerita. “Kami harus berterima kasih kepada Pak Chew yang membantu membiayai persiapan bahkan sebelum pandemi dulu. Dan juga sekarang sampai bisa membawa 20 penari dan 10 pemain gamelan untuk tampil di Singapura.”
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

Baca Juga  Hani S. Rustam Pantau POSPAM Nataru Talang Kelapa Sekaligus Beri Bantuan Kepada Anak Yatim. – Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Banyuasin

(ASA)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *