Seirit Apa All New Honda CR-V RS e:HEV di Kemacetan? Hasilnya Bikin Kaget!

Berita, Teknologi674 Dilihat


Bali – Mobil-mobil keluaran terbaru yang dipenuhi sejumlah fitur menarik, menjadi kunci pabrikan untuk tetap memberikan pilihan agar kendaraan tetap ramah lingkungan meski masih menggunakan bahan bakar minyak. Hal ini yang Kami rasakan ketika menjajal All New Honda CR-V RS e:HEV mulai hari ini, Senin (16/10/2023) di seputaran Bali. Meski beberapa jalur yang dilalui dari Pantai Pandawa ke bilangan Nusa Dua terbilang macet, namun konsumsi bahan bakarnya mencengangkan.

Menguji Efisiensi BBM di All New CR-V RS e:HEV 
Pada hari pertama, bagian yang menjadi paling vital buat semua pengguna kendaraan di Indonesia adalah seberapa efisien sebuah kendaraan bisa mengoptimalkan penggunaan bahan bakar di kendaraan tersebut. Dan hal ini tergolong mengejutkan di SUV yang satu ini. Konsumsi bahan bakar yang berhasil Kami bukukan dalam kondisi jalan perkotaan yang syarat akan kemacetan, mencapai rata-rata 19,7 km per liter dengan jarak 60,6 km.

Lalu apa yang bisa membuatnya bisa mencapai jumlah efisiensi tersebut, padahal tnapa harus mematikan pendingin kabin? Tentu dari cara berkendara yang bijak. Tentu dari pemanfaatan energi dari baterai dan juga melihat kondisi jalan. Mengingat jika mobil ini berada di jalan menurun, energi kinetik yang hadir dari sistem pengereman dan deselerasi, kembali dialirkan ke baterai melalui sistem regeneratif ke baterai.

Sales & Marketing and After Sales Director PT. Honda Prospect Motor, Yusak Billy dalam sesi tes ini menegaskan bahwa sesi media drive kali ini bertujuan memberikan informasi yang lebih mendetail serta pengalaman merasakan performa dari teknologi e:HEV Honda pertama di Indonesia. 
 



“Melalui acara ini kami ingin menghadirkan pengalaman yang sangat positif bagi rekan-rekan media mengenai performa mobil, kenyamanan, fitur-fitur canggih serta teknologi ramah lingkungan yang terdapat di kendaraan ini,” ujar Yusak Billy. 

Mobil ini menggunakan mesin berkapasitas 2.0-liter direct-injected 4-Cylinder Atkinson cycle DOHC dipadu dengan Electric Continuously Variable Transmission (E-CVT). Kemudian juga disokong baterai lithium-ion dengan kapasitas 1,06 kWh. Secara total, kombinasi motor listrik dan mesin mobil ini menghasilkan tenaga maksimum 207 PS serta torsi maksimal sebesar 335 Nm. 



Transmisinya menggunakan E-CVT dengan motor penggerak dan motor pembangkit tenaga berukuran kecil yang disusun secara paralel pada poros yang terpisah. Dengan mengadopsi magnet performa tinggi yang baru dikembangkan dan motor dengan struktur multi-ring, torsi maksimum dan kecepatan maksimum telah ditingkatkan. 

Selain itu, dengan menetapkan roda gigi terpisah untuk penggerak motor dan penggerak mesin, hal ini meningkatkan tenaga penggerak dan kecepatan maksimum sekaligus menekan peningkatan kecepatan mesin selama jelajah kecepatan tinggi. Selain rasio tinggi saat ini, rasio rendah telah ditambahkan ke rasio roda gigi dalam mode engine drive. 
 



Area aplikasi mode engine drive telah diperluas untuk menyertakan akselerasi yang lembut dalam berkendara di perkotaan, dan lebih jauh lagi meningkatkan efisiensi bahan bakar. Sistem e:HEV bekerja dalam empat mode Driving System yang terdiri dari EV Mode, Hybrid Mode, Engine Mode dan Regenerative yang secara otomatis akan berganti sesuai dengan kondisi jalan, pengendaraan, beban mesin dan cara mengendarai kendaraan. 

Dalam kondisi berkendara normal dengan beban mesin rendah, sistem akan menggunakan mode EV dimana hanya baterai yang menggerakan motor sehingga tidak ada konsumsi bensin yang digunakan dan tidak menghasilkan emisi. Saat mobil membutuhkan tenaga lebih untuk berakselerasi dengan lebih kuat, sistem akan menggunakan mode Hybrid dimana mesin bensin dan baterai bekerja bersamaan untuk menggerakkan motor listrik yang menghasilkan keseimbangan antara tenaga dan efisiensi bahan bakar. 

Saat berkendara dalam kecepatan tinggi, sistem akan menggunakan mode Engine Drive, dimana mesin secara penuh akan menggerakan roda untuk menghasilkan tenaga lebih besar. Sementara itu Regenerative bekerja ketika pengemudi mengurangi kecepatan kendaraan, sistem mengisi tenaga listrik di baterai.

Bali – Mobil-mobil keluaran terbaru yang dipenuhi sejumlah fitur menarik, menjadi kunci pabrikan untuk tetap memberikan pilihan agar kendaraan tetap ramah lingkungan meski masih menggunakan bahan bakar minyak. Hal ini yang Kami rasakan ketika menjajal All New Honda CR-V RS e:HEV mulai hari ini, Senin (16/10/2023) di seputaran Bali. Meski beberapa jalur yang dilalui dari Pantai Pandawa ke bilangan Nusa Dua terbilang macet, namun konsumsi bahan bakarnya mencengangkan.

Baca Juga  Video:BI Tebar Insentif Likuiditas, Bank Yakin Kredit 2024 di Atas 10%

Menguji Efisiensi BBM di All New CR-V RS e:HEV 

Pada hari pertama, bagian yang menjadi paling vital buat semua pengguna kendaraan di Indonesia adalah seberapa efisien sebuah kendaraan bisa mengoptimalkan penggunaan bahan bakar di kendaraan tersebut. Dan hal ini tergolong mengejutkan di SUV yang satu ini. Konsumsi bahan bakar yang berhasil Kami bukukan dalam kondisi jalan perkotaan yang syarat akan kemacetan, mencapai rata-rata 19,7 km per liter dengan jarak 60,6 km.
 
Lalu apa yang bisa membuatnya bisa mencapai jumlah efisiensi tersebut, padahal tnapa harus mematikan pendingin kabin? Tentu dari cara berkendara yang bijak. Tentu dari pemanfaatan energi dari baterai dan juga melihat kondisi jalan. Mengingat jika mobil ini berada di jalan menurun, energi kinetik yang hadir dari sistem pengereman dan deselerasi, kembali dialirkan ke baterai melalui sistem regeneratif ke baterai.
 

Sales & Marketing and After Sales Director PT. Honda Prospect Motor, Yusak Billy dalam sesi tes ini menegaskan bahwa sesi media drive kali ini bertujuan memberikan informasi yang lebih mendetail serta pengalaman merasakan performa dari teknologi e:HEV Honda pertama di Indonesia. 
 



“Melalui acara ini kami ingin menghadirkan pengalaman yang sangat positif bagi rekan-rekan media mengenai performa mobil, kenyamanan, fitur-fitur canggih serta teknologi ramah lingkungan yang terdapat di kendaraan ini,” ujar Yusak Billy. 
 
Mobil ini menggunakan mesin berkapasitas 2.0-liter direct-injected 4-Cylinder Atkinson cycle DOHC dipadu dengan Electric Continuously Variable Transmission (E-CVT). Kemudian juga disokong baterai lithium-ion dengan kapasitas 1,06 kWh. Secara total, kombinasi motor listrik dan mesin mobil ini menghasilkan tenaga maksimum 207 PS serta torsi maksimal sebesar 335 Nm. 
 

Baca Juga  Hari Ini, Anwar Usman Dijadwalkan Diperiksa MKMK Lagi

 

Transmisinya menggunakan E-CVT dengan motor penggerak dan motor pembangkit tenaga berukuran kecil yang disusun secara paralel pada poros yang terpisah. Dengan mengadopsi magnet performa tinggi yang baru dikembangkan dan motor dengan struktur multi-ring, torsi maksimum dan kecepatan maksimum telah ditingkatkan. 
 

Selain itu, dengan menetapkan roda gigi terpisah untuk penggerak motor dan penggerak mesin, hal ini meningkatkan tenaga penggerak dan kecepatan maksimum sekaligus menekan peningkatan kecepatan mesin selama jelajah kecepatan tinggi. Selain rasio tinggi saat ini, rasio rendah telah ditambahkan ke rasio roda gigi dalam mode engine drive. 

 

 
Area aplikasi mode engine drive telah diperluas untuk menyertakan akselerasi yang lembut dalam berkendara di perkotaan, dan lebih jauh lagi meningkatkan efisiensi bahan bakar. Sistem e:HEV bekerja dalam empat mode Driving System yang terdiri dari EV Mode, Hybrid Mode, Engine Mode dan Regenerative yang secara otomatis akan berganti sesuai dengan kondisi jalan, pengendaraan, beban mesin dan cara mengendarai kendaraan. 
 
Dalam kondisi berkendara normal dengan beban mesin rendah, sistem akan menggunakan mode EV dimana hanya baterai yang menggerakan motor sehingga tidak ada konsumsi bensin yang digunakan dan tidak menghasilkan emisi. Saat mobil membutuhkan tenaga lebih untuk berakselerasi dengan lebih kuat, sistem akan menggunakan mode Hybrid dimana mesin bensin dan baterai bekerja bersamaan untuk menggerakkan motor listrik yang menghasilkan keseimbangan antara tenaga dan efisiensi bahan bakar. 
 
Saat berkendara dalam kecepatan tinggi, sistem akan menggunakan mode Engine Drive, dimana mesin secara penuh akan menggerakan roda untuk menghasilkan tenaga lebih besar. Sementara itu Regenerative bekerja ketika pengemudi mengurangi kecepatan kendaraan, sistem mengisi tenaga listrik di baterai.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(UDA)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *