Ribuan Santri Digembleng Agar Menjadi Wirausahawan

Berita, Teknologi459 Dilihat


Jakarta: Memperingati hari Santri Nasional, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) bersama dengan Shopee Barokah menggagas program santri ekspor yang akan melatih 1.000 santri agar produknya memiliki daya saing global melalui edukasi, pendampingan dan pembukaan akses ke pasar ekspor.

Sebanyak 1.000 Santriwan dan Santriwati akan mengikuti pelatihan yang tersebar di 10 kota di Indonesia, mencakup Solo, Bandung, Jakarta, Medan, Malang, Semarang, Yogyakarta, Samarinda, Makassar, dan Bali.

Rencananya produk para santri akan masuk dalam Program Ekspor yang telah menjangkau pasar di Asia Tenggara, Asia Timur dan Amerika Latin.

Ketua Umum PBNU, Yahya Chalil Staquf, mengatakan hal ini merupakan upaya bersama dalam memperluas pasar produk karya para Santri hingga ke pasar dunia.

“Ini merupakan suatu terobosan besar. Nantinya, produk para santri tidak hanya dibeli masyarakat Indonesia, tapi juga warga negara lain. Kami sangat mengapresiasi upaya ini,” ujar Gus Yahya.
 


Lingkungan pesantren jadi pusat ekonomi

Lebih lanjut, ia menuturkan program ini selaras dengan semangat “Jihad Santri Jayakan Negeri” yang merupakan tema dari hari Santri tahun ini.

“Kita semua berharap Santri bisa termotivasi untuk turut berkembang dan membangun negeri melalui produk-produk lokal, menyusul UMKM yang sudah lebih dulu mengglobal. Kami berharap kegiatan ini memiliki efek berkelanjutan, di mana santri yang sudah dididik menjadi santripreneur bisa membawa pengaruh positif bagi lingkungan pesantren untuk kemudian berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat,” jelas Gus Yahya. 

Sementara itu, Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira mengatakan gerakan 1.000 santri siap ekspor ini akan menjadi momentum baru dalam geliat dunia UMKM Indonesia.

“Presiden menyebut 36.000 pondok pesantren akan menjadi kekuatan besar. Melalui gerakan santri ekspor, akan menjadi momentum pergerakan besar untuk membawa harum nama bangsa dibkancah dunia yang datang dari hasil karya para santri melalu platform digital,” katanya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pengurus Pusat PBNU hingga melalui sinergi ini kami meluncurkan program ini untuk kemudian diterapkan kepada 1.000 santri yang akan menempuh pendidikan edukasi dan pelatihan terkait ekspor,” pungkas Radynal.

Jakarta: Memperingati hari Santri Nasional, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) bersama dengan Shopee Barokah menggagas program santri ekspor yang akan melatih 1.000 santri agar produknya memiliki daya saing global melalui edukasi, pendampingan dan pembukaan akses ke pasar ekspor.
 
Sebanyak 1.000 Santriwan dan Santriwati akan mengikuti pelatihan yang tersebar di 10 kota di Indonesia, mencakup Solo, Bandung, Jakarta, Medan, Malang, Semarang, Yogyakarta, Samarinda, Makassar, dan Bali.
 
Rencananya produk para santri akan masuk dalam Program Ekspor yang telah menjangkau pasar di Asia Tenggara, Asia Timur dan Amerika Latin.

Baca Juga  Konser Tanda Mata Apresiasi Mendiang Glenn Fredly untuk Iwan Fals



Ketua Umum PBNU, Yahya Chalil Staquf, mengatakan hal ini merupakan upaya bersama dalam memperluas pasar produk karya para Santri hingga ke pasar dunia.
 
“Ini merupakan suatu terobosan besar. Nantinya, produk para santri tidak hanya dibeli masyarakat Indonesia, tapi juga warga negara lain. Kami sangat mengapresiasi upaya ini,” ujar Gus Yahya.
 

Lingkungan pesantren jadi pusat ekonomi

Lebih lanjut, ia menuturkan program ini selaras dengan semangat “Jihad Santri Jayakan Negeri” yang merupakan tema dari hari Santri tahun ini.
 
“Kita semua berharap Santri bisa termotivasi untuk turut berkembang dan membangun negeri melalui produk-produk lokal, menyusul UMKM yang sudah lebih dulu mengglobal. Kami berharap kegiatan ini memiliki efek berkelanjutan, di mana santri yang sudah dididik menjadi santripreneur bisa membawa pengaruh positif bagi lingkungan pesantren untuk kemudian berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat,” jelas Gus Yahya. 
 
Sementara itu, Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira mengatakan gerakan 1.000 santri siap ekspor ini akan menjadi momentum baru dalam geliat dunia UMKM Indonesia.
 
“Presiden menyebut 36.000 pondok pesantren akan menjadi kekuatan besar. Melalui gerakan santri ekspor, akan menjadi momentum pergerakan besar untuk membawa harum nama bangsa dibkancah dunia yang datang dari hasil karya para santri melalu platform digital,” katanya.
 
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pengurus Pusat PBNU hingga melalui sinergi ini kami meluncurkan program ini untuk kemudian diterapkan kepada 1.000 santri yang akan menempuh pendidikan edukasi dan pelatihan terkait ekspor,” pungkas Radynal.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(PRI)

Baca Juga  Cadangan Devisa RI Turun US$1,8 M, Jadi US$133,1 M

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *