Pembangkit Punya PLN Mau Melantai di Bursa Karbon

Berita, Teknologi626 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang akan segera melantai di bursa karbon Indonesia dalam waktu dekat. Adapun PLTGU tercatat beroperasi di bawah PT PLN Nusantara Power. 

“Kelihatannya hari ini atau besok, karena kita sudah hitung ini akan jalan,” ungkap Siti selepas peluncuran perdana bursa karbon Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (26/9/2023).

Setali tiga uang, Direktur Utama BEI selaku penyelenggara bursa karbon Iman Rachman mengatakan, anak usaha PLN ini akan segera menyusul di bursa karbon. Iman pun mendorong perusahaan lain bisa mendaftarkan diri sebagai peserta bursa karbon.

“Tapi memang kita sedang berharap perusahaan bisa mendaftarkan diri di Sistem Registri Nasional (SRN),” ungkap Iman saat Konferensi Pers BEI.

Sejauh pemantauan di laman SRN KLHK, ada 3 perusahaan yang telah mencatatkan Sertifikat Pengurangan Emisi GRK (SPEGRK) di SRN KLHK, yakni PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT UPC Sidrap Bayu Energi, dan PT PJB UP Muaar Karang.

Sementara itu, jumlah unit karbon milik PLTGU Muara Karang yang telah terdaftar sebanyak 927.113 ton.

Perlu diketahui, PLTGU Muara Karang menjadi salah satu pembangkit yang berkontribusi besar bagi suplai listrik di DKI Jakarta. Adapun kebutuhan Jakarta saat ini mencapai 5.500 MW. 

Adapun pasokan listrik DKI 30% di antaranya berasal dari PLTGU Muara Karang. Berkapasitas 1.600 Megawatt (MW), pembangkit ini memiliki 11 generator.

General Manager PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), Rachmat Azwin saat 2019 lalu sempat menyampaikan, pembangkit ini beroperasi menggunakan bahan bakar gas, dan itu emisinya rendah sekali. Kadar SOx (kadar sulfur oksida) di bawah 10 batasan, di mana maksimumnya 150.

Baca Juga  Apel Gabungan Wujud Nyata Komitmen Integritas Dan Netralitas ASN – Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Banyuasin

Tak hanya kadar sulfur oksida yang rendah, dia juga menyebut jika kadar nitrogen atau NOx nya juga tercatat rendah berada di kisaran 100 dari batasan 450. Ini terjadi, karena pembangkit yang satu ini memang menggunakan bahan bakar gas, bukan batu bara dan minyak bumi.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


POJK Bursa Karbon Rilis Minggu Depan, OJK Kasih Bocoran

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *