Minyak Dunia Hadapi Potensi Kenaikan Suku Bunga

Berita, Teknologi563 Dilihat

Texas: Harga minyak dunia bervariasi dengan kecenderungan melemah pada pembukaan perdagangan hari ini. Minyak dunia teredam potensi kenaikan suku bunga global untuk meredam inflasi.
 
Dikutip dari Investing.com, Rabu, 25 Oktober 2023, harga minyak dunia West Texas Intermediate (WTI) kontrak Desember 2023 turun 0,10 persen dengan berada pada level USD83,67 per barel. Kemudian minyak dunia Brent naik 0,01 persen dengan berada pada level USD88 per barel.
 

Analis Deu Calion Futures (DCFX) Paolo Liszman Paolo Liszman menyoroti fluktuasi harga minyak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor geopolitik, tetapi juga oleh kondisi ekonomi global yang terus berubah, termasuk respons pasar terhadap kebijakan moneter, kestabilan mata uang, serta pertumbuhan ekonomi utama seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan negara-negara anggota Uni Eropa.
 
Di tengah situasi ini, investor dan pelaku pasar minyak terus memperhatikan perkembangan yang berkaitan dengan kebijakan produsen minyak utama, perkembangan politik di kawasan Timur Tengah, serta indikator-indikator ekonomi penting yang dapat memberikan petunjuk tentang permintaan global untuk energi.

tekanan suku bunga

Pergerakan minyak dunia tertekan setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral akan tegas dalam komitmennya terhadap mandat dua persen inflasi dalam jangka panjang. Kenaikan suku bunga akan membuat orang membeli minyak lebih mahal karena mata uang dolar AS naik.



Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi AS konsumen September di negara itu naik 3,7 persen dari tahun lalu. Sementara inflasi inti, tidak termasuk makanan dan energi, meningkat 4,1 persen.
 

Sementara itu, Beberapa pengelola keuangan terbesar di Eropa mengatakan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) belum akan berhenti menaikkan suku bunga. Legal & General Investment Management, Vanguard Asset Management dan Robeco Groep menuturkan kawasan ini sangat rentan terhadap kenaikan harga jika krisis di Timur Tengah meningkat, dan pasar meremehkan kemungkinan pengetatan suku bunga. Hal ini membuat obligasi pemerintah dengan jangka waktu pendek menjadi sangat rentan.
 
Kepala Suku Bunga Internasional di Vanguard Ales Koutny mengatakan ada kemungkinan bank sentral eropa (ECB) akan menaikan suku bunga lagi ditengah tingginya inflasi karena bahan bakar minyak.
 
Kepala Strategi Multi-Aset di Robeco Groep Colin Graham mengatakan langkah-langkah stimulus tambahan dari Tiongkok juga akan memicu serangan baru terhadap tekanan harga di Uni Eropa.
 “Kami yakin bank sentral eropa harus menaikkan suku bunga lebih banyak lagi,” kata Graham.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

Baca Juga  Tak Cuma Politik! Surya Paloh & Prabowo Bahas Dunia & Nasib Rupiah

(SAW)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *