Menteri LHK Road Trip Jawa Analisis Kebakaran di Sejumlah TPA

Berita, Teknologi684 Dilihat


Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melakukan road trip untuk menganalisis kejadian kebakaran di sejumlah tempat pemrosesan akhir (TPA) di Pulau Jawa. Tercatat, kebakaran TPA merata terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Siti memulai analisis dengan mengunjungi TPA yang menjadi lokasi kebakaran pada 30 September hingga 1 Oktober mendatang. Kunjungan ini untuk menyelidiki penyebab kebakaran dan mengkaji cara terbaik untuk mencegahnya. 

“Saya bersama tim KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) menempuh jalan darat mulai dari Jabar, Jateng, dan ke Jatim untuk incognito lapangan sehubungan dengan persoalan TPA yang terbakar. Sampai dengan sore ini terdapat variasi  penanganan yang dilakukan oleh pemda dan tim lapangannya,” kata Menteri Siti, sesaat setelah mengunjungi TPA Kopi Luhur, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 30 September 2023. 

Siti ingin melihat persisnya kenapa ada api. “Karena ada teorinya juga, kalau ada gas metan, kemudian ada angin kencang dan ada oksigen, itu pasti terbakar. Itu yang kita mau lihat, pelajari, dan kita tangani,” ujar dia. 
 
16 TPA terbakar
KLHK mencatat terdapat 16 kabupaten yang TPA-nya terbakar tahun ini. Menurut Siti, kejadian tersebut harus dicarikan jalan keluarnya. Dia barharap dari temuan data lapangan bisa ditempuh langkah-langkah penyelesaiannya. 

“Sedang terus diidentifikasi dan besok akan lanjutkan perjalanan ke Jatim. Sekarang break dulu di Jateng. Semoga lancar dan ada jalan keluar yang  baik dan cepat bisa diselesaikan,” kata Siti.

Musim kemarau panjang dan angin kencang disinyalir memantik kebakaran di TPA. Hal ini tampak pada kebakaran yang terjadi di TPA Kopi Luhur, Cirebon, Jawa Barat. 

Kebakaran di TPA Kopi Luhur telah padam pada 29 September 2023. Menteri Siti menyimpulkan jika kebakaran di TPA Kopi Luhur ini cepat padam karena cepat tertangani, sehingga api tidak membesar dan meluas. 
 
Cek spot satu per satu
Setelah dari TPA Kopi Luhur, di Cirebon, Jawa Barat, Menteri Siti melanjutkan kunjungannya ke TPA Pesalakan di Pemalang, Jawa Tengah. Rencananya, pada esok hari, Siti akan meninjau TPA Randegan di Mojokerto dan berlanjut ke TPA Tlekung di Kota Batu Malang, Jawa Timur.

“Kami akan cek spot satu per satu. Polanya apa dan bagaimana cara menanganinya,” tutur Siti. 

Dia mengatakan suhu udara yang terjadi belakangan ini terpantau meningkat. Data hasil pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum terukur selama periode 22-29 September 2023. Levelnya berada di kisaran suhu antara 35 hingga 38 derajat Celsius pada siang hari. 

Suhu maksimum tertinggi selama periode tersebut mencapai 38 derajat Celsius yang terukur di Kantor Stasiun Klimatologi Semarang, Jawa Tengah, pada 25 dan 29 September 2023. Suhu yang sama juga tercatat di Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka, Jawa Barat pada 28 September 2023. 

“Untuk kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan termasuk TPA ini pada dasarnya yang paling penting itu dimonitor, ditangani, dan jangan dibiarkan meluas,” ujar dia. 

Baca: Menteri LHK Beberkan Penyebab Kebakaran TPA Kopiluhur

Menteri Siti juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada sejumlah pihak di daerah yang telah bekerja dengan baik. Dia mengapresiasi kerja sama yang baik antara pemda, Manggala Agni, TNI dan Polri, Brigdalkarhut, MPA, dan stakehokder lainya dalam memadamkan api. 

Turut hadir mendampingi Menteri LHK, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Hubungan Antar Lembaga, Tenaga Ahli Menteri, Sekretaris Direktorat Jenderal PSLB3, Direktur Penanganan Sampah, serta para Pejabat Tinggi TNI dan Polri setempat.

Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melakukan road trip untuk menganalisis kejadian kebakaran di sejumlah tempat pemrosesan akhir (TPA) di Pulau Jawa. Tercatat, kebakaran TPA merata terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
 
Siti memulai analisis dengan mengunjungi TPA yang menjadi lokasi kebakaran pada 30 September hingga 1 Oktober mendatang. Kunjungan ini untuk menyelidiki penyebab kebakaran dan mengkaji cara terbaik untuk mencegahnya. 
 
“Saya bersama tim KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) menempuh jalan darat mulai dari Jabar, Jateng, dan ke Jatim untuk incognito lapangan sehubungan dengan persoalan TPA yang terbakar. Sampai dengan sore ini terdapat variasi  penanganan yang dilakukan oleh pemda dan tim lapangannya,” kata Menteri Siti, sesaat setelah mengunjungi TPA Kopi Luhur, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 30 September 2023. 

Baca Juga  Divestasi Vale Rampung Juli, Ini Perubahan Jatah Komisaris & Direksi



Siti ingin melihat persisnya kenapa ada api. “Karena ada teorinya juga, kalau ada gas metan, kemudian ada angin kencang dan ada oksigen, itu pasti terbakar. Itu yang kita mau lihat, pelajari, dan kita tangani,” ujar dia. 
 

16 TPA terbakar

KLHK mencatat terdapat 16 kabupaten yang TPA-nya terbakar tahun ini. Menurut Siti, kejadian tersebut harus dicarikan jalan keluarnya. Dia barharap dari temuan data lapangan bisa ditempuh langkah-langkah penyelesaiannya. 
 
“Sedang terus diidentifikasi dan besok akan lanjutkan perjalanan ke Jatim. Sekarang break dulu di Jateng. Semoga lancar dan ada jalan keluar yang  baik dan cepat bisa diselesaikan,” kata Siti.
 
Musim kemarau panjang dan angin kencang disinyalir memantik kebakaran di TPA. Hal ini tampak pada kebakaran yang terjadi di TPA Kopi Luhur, Cirebon, Jawa Barat. 
 
Kebakaran di TPA Kopi Luhur telah padam pada 29 September 2023. Menteri Siti menyimpulkan jika kebakaran di TPA Kopi Luhur ini cepat padam karena cepat tertangani, sehingga api tidak membesar dan meluas. 
 

Cek spot satu per satu

Setelah dari TPA Kopi Luhur, di Cirebon, Jawa Barat, Menteri Siti melanjutkan kunjungannya ke TPA Pesalakan di Pemalang, Jawa Tengah. Rencananya, pada esok hari, Siti akan meninjau TPA Randegan di Mojokerto dan berlanjut ke TPA Tlekung di Kota Batu Malang, Jawa Timur.
 
“Kami akan cek spot satu per satu. Polanya apa dan bagaimana cara menanganinya,” tutur Siti. 
 
Dia mengatakan suhu udara yang terjadi belakangan ini terpantau meningkat. Data hasil pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum terukur selama periode 22-29 September 2023. Levelnya berada di kisaran suhu antara 35 hingga 38 derajat Celsius pada siang hari. 
 
Suhu maksimum tertinggi selama periode tersebut mencapai 38 derajat Celsius yang terukur di Kantor Stasiun Klimatologi Semarang, Jawa Tengah, pada 25 dan 29 September 2023. Suhu yang sama juga tercatat di Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka, Jawa Barat pada 28 September 2023. 
 
“Untuk kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan termasuk TPA ini pada dasarnya yang paling penting itu dimonitor, ditangani, dan jangan dibiarkan meluas,” ujar dia. 
 
Baca: Menteri LHK Beberkan Penyebab Kebakaran TPA Kopiluhur
 
Menteri Siti juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada sejumlah pihak di daerah yang telah bekerja dengan baik. Dia mengapresiasi kerja sama yang baik antara pemda, Manggala Agni, TNI dan Polri, Brigdalkarhut, MPA, dan stakehokder lainya dalam memadamkan api. 
 
Turut hadir mendampingi Menteri LHK, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Hubungan Antar Lembaga, Tenaga Ahli Menteri, Sekretaris Direktorat Jenderal PSLB3, Direktur Penanganan Sampah, serta para Pejabat Tinggi TNI dan Polri setempat.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

Baca Juga  PYFA Akuisisi 100% Perusahaan Obat Australia, Segini Harganya

(UWA)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *