Mengenal Energi Kinetik dan Potensial: Pengertian dan Perbedaannya

Berita, Teknologi657 Dilihat
Jakarta: Tahukah kamu saat aktif bergerak, bermain, atau olahraga menghasilkan energi potensial dan energi kinetik. Nah, hal ini terkait dengan Fisika lho.
 
Yuk kita bahas lebih lanjut tentang energi kinetik dan potensial dikutip dari laman Akupintar:

Energi kinetik

Kata kinetik berasal dari bahasa Yunani, yaitu kinetikos yang artinya bergerak. Dari akar kata ini, kita dapat memahami bahwa setiap benda yang sedang bergerak memiliki energi kinetik.
 
Oleh sebab itu, energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh benda karena geraknya. Misalnya, planet yang bergerak mengelilingi matahari dan bulan yang bergerak mengelilingi bumi memiliki energi kinetik.

Kendaraan yang melaju di lintasan lurus, elektron yang bergerak mengelilingi inti atom, serta bola yang menggelinding juga memiliki energi kinetik.
 
Energi kinetik benda bergantung pada kecepatan geraknya. Semakin tinggi kecepatan benda bergerak, semakin besar energi kinetik yang dimilikinya.
 
Contohnya, jika sebuah batu jatuh dari gedung tinggi dan dapat memecahkan kaca jendela mobil di bawahnya, energi kinetiknya sangat besar. Secara matematis, rumus energi kinetik adalah sebagai berikut:
 

 

Keterangan:
 

Ek = energi kinetik (Joule)

m = massa (kg)

v = kecepatan (m/s)

Energi potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh benda berdasarkan ketinggian atau posisinya terhadap suatu titik acuan. Energi potensial juga disebut energi diam karena benda yang berada dalam keadaan diam dapat memiliki energi potensial. Ketika benda bergerak, energi potensial berubah menjadi energi kinetik.
 
Ada dua jenis energi potensial, yakni energi potensial gravitasi dan energi potensial elastis. Energi potensial gravitasi terjadi karena ketinggian benda terhadap suatu bidang datar acuan seperti lantai atau tanah.
 
Sementara itu, energi potensial elastis terdapat pada benda elastis, seperti karet, pegas, atau busur panah, yang disebabkan oleh kecenderungan benda untuk kembali ke posisi semula. Misalnya, saat busur panah belum digunakan, energi potensialnya adalah nol.
 
Namun, ketika busur panah ditarik, energi potensial elastis terjadi karena kecenderungan anak panah untuk kembali ke posisi semula. Contoh energi potensial dalam kehidupan sehari-hari, antara lain benda yang jatuh dari ketinggian tertentu ke tanah, tali busur atau ketapel yang ditarik ke belakang, bola yang menggelinding menuruni lereng, balon yang terisi udara, ayunan, trampolin, batu baterai, dan sebagainya.
 
Secara matematis, rumus energi potensial adalah sebagai berikut:
 
Ep: m.g.h
 
Keterangan:
 
Ep: energi potensial (Joule)
m: massa (kg)
g: percepatan gravitasi (m/s²)
h: ketinggian benda (m)

Baca Juga  Terdorong Kinerja Fundamental Apik, Saham BRIS Bisa Tembus Rp 2.700

Perbedaan energi kinetik dan energi potensial

Perbedaan energi kinetik dan potensial terletak pada sifat dan aspeknya masing-masing. Berikut sejumlah perbedaannya:

1. Definisi

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda karena geraknya. Energi ini terkait dengan kecepatan dan massa benda tersebut. Sementara itu, energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda karena ketinggian atau posisinya terhadap titik acuan.

2. Penyebab

Timbulnya energi kinetik adalah karena gerakan benda. Sementara itu, energi potensial terkait dengan posisi atau ketinggian benda.

3. Sifat

Energi kinetik terkait dengan gerak aktif dan kinematika benda. Semakin tinggi kecepatan benda bergerak, semakin besar pula energi kinetiknya. Sementara itu, energi potensial adalah energi yang berkaitan dengan posisi atau ketinggian benda terhadap suatu titik acuan. Semakin tinggi posisi benda, semakin besar energi potensialnya.

4. Perubahan

Energi potensial dan kinetik dapat mengalami perubahan, tetapi disebabkan oleh faktor yang berbeda. Energi kinetik dapat berubah ketika kecepatan benda berubah, sedangkan energi potensial dapat berubah ketika posisi atau ketinggian benda berubah.

5. Bentuk

Perbedaan energi kinetik dan potensial berikutnya adalah pada karakteristik bagaimana energi tersebut bertransformasi. Energi kinetik dapat terwujud dalam berbagai bentuk gerakan, seperti gerak lurus, rotasi, atau vibrasi. Sementara itu, energi potensial bisa dalam bentuk gravitasi (berkaitan dengan ketinggian), elastis (berkaitan dengan deformasi elastis), dan lain-lain, tergantung pada konteksnya.

6. Ketergantungan

Energi kinetik bergantung pada kecepatan dan massa benda. Sedangkan, energi potensial bergantung pada ketinggian atau posisi benda.
 
Nah itulah penjelasan soal energi kinetik dan energi potensial beserta perbedaannya. Semoga informasi ini bermanfaat yaa.
 

Kuliah di kampus favorit dengan beasiswa full kini bukan lagi mimpi, karena ada 426 Beasiswa Full dari 21 Kampus yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Info lebih lanjut klik, osc.medcom.id
 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

Baca Juga  Ada Kabar Israel Serang Iran, IHSG Kebakaran Jatuh 1% Lagi

(REN)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *