Lapor Bos Sawit, Harga CPO Melesat 1%, Semoga Awet!

Berita, Teknologi588 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau kembali menguat di sesi awal perdagangan Selasa (12/9/2023) mematahkan koreksi enam hari beruntun sejak pekan lalu.

Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan terpantau naik 1,27% ke posisi MYR 3.760 per ton pada pukul 08:00 WIB. Dengan ini harganya kini berada di level psikologis 3.700.

Pada perdagangan awal pekan, Senin (11/9/2023) harga CPO ditutup ambrol 3,05% ke posisi MYR 3.713 per ton. Ini menjadi koreksi terbesar selama perdagangan September. Dengan ini, secara bulanan harganya sudah jatuh 7,41%, dan terkoreksi tajam 11,04% secara tahunan.



Menguatnya harga CPO terjadi setelah data dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menunjukkan peningkatan persediaan dan penurunan ekspor di produsen minyak terbesar kedua di dunia, yakni Malaysia. Meskipun naik, usai pengumuman ini pada penutupan kemarin harganya sudah ditutup ambrol.

Stok minyak sawit Malaysia pada akhir Agustus naik 22,5 dari bulan sebelumnya menjadi 2,12 juta ton, yang merupakan level tertinggi dalam tujuh bulan, menurut data MPOB.

“Minyak sawit terus melanjutkan tren pelemahannya karena persediaan akhir MPOB yang jauh lebih tinggi pada bulan Agustus dan optimisme akan berlanjutnya produksi yang lebih baik pada bulan September,” kata Sandeep Singh, direktur The Farm Trade, sebuah perusahaan konsultan dan perdagangan yang berbasis di Kuala Lumpur yang dikutip dari Reuters.

Produksi minyak sawit mentah naik 8,9% dari bulan Juli menjadi 1,75 juta ton di bulan Agustus, sementara ekspor minyak sawit turun menjadi 1,22 juta ton, kata MPOB.

Baca Juga  Usai Jumatan, Hani S. Rustam Ngobrol Bareng FKPD Bahas Ini – Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Banyuasin

Dari sisi minyak saingannya, kontrak minyak kedelai teraktif Dalian DBYcv1 naik 0,15%, sedangkan kontrak minyak sawit DCPcv1 turun 1,30%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 0,69%.

Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait saat mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

Ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk 1-10 September turun 11,2% menjadi 350,823 metrik ton dari 395,145 metrik ton yang dikirimkan selama periode 1-10 Agustus, menurut surveyor kargo Intertek Testing Services.

Sementara itu, impor minyak sawit India diperkirakan melonjak 26% ke rekor tertinggi pada tahun 2022-23 yang berakhir pada 31 Oktober, karena pemulihan konsumsi dan harga yang kompetitif mendorong perusahaan penyulingan untuk meningkatkan pembelian, kata pembeli minyak sawit terbesar di negara tersebut tahun lalu. pekan.

Berdasarkan analis teknikal Reuters, Wang Tao harga CPO mungkin naik ke MYR 3.859-3.876 per metrik ton, sebelum berbalik dan menguji kembali dukungan MYR 3.795.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Capek Naik Empat Hari Beruntun, Harga CPO Mulai Loyo

(aum/aum)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *