Kredit Perbankan Tumbuh, Sejumlah Bank Bukukan NPL di Atas 5%

Berita, Teknologi193 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebulan yang lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan kredit tumbuh sebesar 8,54% secara tahunan (yoy) pada Juli 2023. Pertumbuhan kredit ini menjadi kabar baik, mengingat sebelumnya sempat melambat di angka 7,76% yoy pada bulan Juni.

Di samping itu, OJK mencatat kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross industri sebesar 2,51% per Juli 2023. Besaran tersebut memang masih aman sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI). Sebagai informasi, Peraturan BI Nomor 15/12/PBI/2013 menyebutkan nilai NPL yang ideal adalah maksimum 5%.

Namun begitu, sejumlah bank tercatat memiliki rasio NPL gross di atas 5% per semester I-2023. Mereka adalah PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM), PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR), PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS), dan PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP)

Bank Sinarmas

Berdasarkan laporan keuangan BSIM per Juni 2023, rasio NPL gross tercatat sebesar 5,96%. Meskipun sudah turun dari yang setahun sebelumnya 8,30%, rasio kredit bermasalah bank masih di atas ketentuan BI.

Peningkatan rasio kualitas kredit ini terjadi, seiring dengan kenaikan jumlah penyaluran kredit. Penyaluran kredit Bank Sinarmas tercatat sebesar Rp 11,59 triliun per semester I-2023, naik tipis dari setahun sebelumnya sebesar Rp 11,57 triliun.

Sementara itu, BSIM mencatatkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 29,38% per semester I-2023, menurun dari akhir tahun lalu sebesar 32,24%.

Amar Bank

Bank digital milik Tolaram Group ini mencatatkan rasio NPL gross sebesar 7,33% pada paruh pertama tahun ini. Jumlah ini turun dari semester I-2022 yang sebesar 9,36%.

Baca Juga  IHSG Balik Arah Ke Zona Merah, 5 Saham Big Cap Ini Biang Keroknya

Penurunan rasio NPL gross ini seiring dengan penurunan penyaluran kredit Amar Bank yang tercatat sebesar Rp 2,24 triliun pada semester I-2023. Setahun sebelumnya pada periode yang sama, penyaluran kredit bank sebesar Rp 2,26 triliun.

AMAR tercatat memiliki permodalan yang tebal. Rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) sebesar 125,41% per semester I-2023.

Bank Banten

Bank daerah ini mencatatkan rasio NPL sebesar 9,59% per semester I-2023. Jumlah ini lebih baik dari setahun sebelumnya mencapai di atas 10%, yakni 11,15%.

Perbaikan kualitas kredit tersebut diikuti dengan penurunan penyaluran kredit. Bank Banten mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 3,64 per Juni 2023, menurun dari setahun sebelumnya sebesar Rp 3,66 triliun.

Sementara itu, CAR tercatat sebesar 44,62% per semester I-2023.

Bank KB Bukopin

Bank milik Kookmin Bank asal Korea Selatan ini mencatatkan NPL gross sebesar 10,53% pada Juni 2023. Jumlah ini naik dari yang setahun sebelumnya sebesar 9,89%.

Pada sisi intermediasi, Bank KB Bukopin telah tercatat telah menyalurkan kredit sebesar Rp 47,20 triliun sepanjang semester I-2023, turun dari yang sebelumnya sebesar Rp 51,4 triliun.

Di samping itu, KB Bukopin mencatatkan posisi CAR per Juni 2023 di level 37,30%, naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 18,83%.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


BI Ramal Penyaluran Kredit Juni 2023 Bakal Melonjak

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *