Kominfo Dorong Relawan TIK Terlibat Ciptakan Pemilu Damai anti Hoaks

Berita, Teknologi447 Dilihat


Semarang: Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2023 digelar di Kampus Universitas PGRI Semarang, Jumat 27 Oktober 2023. Agenda rutin tahunan ini diikuti sejymlah relawan TIK se Indonesia.

Ketua Tim Pandu Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Tri Santoso meminta para Relawan TIK didorong terlibat untuk mencipatakan pemilu damai tanpa hoaks.

Bambang menyebut, sejak didirikan 2011 lalu, program Relawan TIK masih konsisten dan sejalan dengan program-program yang dilaksanakan oleh Kominfo. 

“Relawan TIK itu kepanjangan dari Kominfo, terutama agar bisa melakukan pendampingan hingga akar rumput,” ujar Bambang.

Bambang berharap ada peran-peran dari Relawan TIK, untuk bisa membantu Bawaslu dan KPU untuk menciptakan Pemilu yang damai. Salah satunya dengan menjaga ruang digital, dari sebaran informasi hoaks dan berpotensi memecah belah masyarakat.

Bambang juga meminta gerakan itu tak hanya menjelang tapi juga setelah Pemilu 2024. “Relawan TIK harus bisa mewarnai ruang digital dengan Pemilu yang damai,” ujar Bambang.

Hal senada juga disampaikan Ketua Siberkreasi, Donny Bu. Menurut Donny, bahwa masyarakat banyak yang mencari informasi melalui internet atau media sosial, padahal tidak semua informasi dari internet adalah benar.

Bahkan ia menyebut, berkembangnya teknologi saat ini, membuat informasi hoaks lebih sulit untuk diidentifikasi.

Ia mencontohkan, bahwa saat ini banyak sekali tersebar video hoaks dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI), yang dibuat sangat mirip dengan aslinya. 

“Sekarang sedang marak video hoaks yang dibuat menggunakan AI,” kata Donny.

Menjelang Pemilu nanti, informasi seperti ini diprediksi akan terjadi peningkatan, sehingga perlu dilakukan pencegahan. Upaya tersebut bisa dilakukan oleh Relawan TIK, dengan menguatkan gerakan literasi digital.

Relawan TIK diharapkan bisa terus melakukan pendampingan terhadap masyarakat, untuk bisa membedakan informasi yang bohong dan fakta.

“Terus lakukan pendampingan kepada masyarakat, agar bisa membedakan informasi hoaks dan bukan,” kata Donny.

 

Semarang: Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2023 digelar di Kampus Universitas PGRI Semarang, Jumat 27 Oktober 2023. Agenda rutin tahunan ini diikuti sejymlah relawan TIK se Indonesia.
 
Ketua Tim Pandu Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Tri Santoso meminta para Relawan TIK didorong terlibat untuk mencipatakan pemilu damai tanpa hoaks.
 
Bambang menyebut, sejak didirikan 2011 lalu, program Relawan TIK masih konsisten dan sejalan dengan program-program yang dilaksanakan oleh Kominfo. 

Baca Juga  Kerusakan Ringan Terjadi usai Kupang NTT Diguncang Gempa



“Relawan TIK itu kepanjangan dari Kominfo, terutama agar bisa melakukan pendampingan hingga akar rumput,” ujar Bambang.
 
Bambang berharap ada peran-peran dari Relawan TIK, untuk bisa membantu Bawaslu dan KPU untuk menciptakan Pemilu yang damai. Salah satunya dengan menjaga ruang digital, dari sebaran informasi hoaks dan berpotensi memecah belah masyarakat.
 
Bambang juga meminta gerakan itu tak hanya menjelang tapi juga setelah Pemilu 2024. “Relawan TIK harus bisa mewarnai ruang digital dengan Pemilu yang damai,” ujar Bambang.
 
Hal senada juga disampaikan Ketua Siberkreasi, Donny Bu. Menurut Donny, bahwa masyarakat banyak yang mencari informasi melalui internet atau media sosial, padahal tidak semua informasi dari internet adalah benar.
 
Bahkan ia menyebut, berkembangnya teknologi saat ini, membuat informasi hoaks lebih sulit untuk diidentifikasi.
 
Ia mencontohkan, bahwa saat ini banyak sekali tersebar video hoaks dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI), yang dibuat sangat mirip dengan aslinya. 
 
“Sekarang sedang marak video hoaks yang dibuat menggunakan AI,” kata Donny.
 
Menjelang Pemilu nanti, informasi seperti ini diprediksi akan terjadi peningkatan, sehingga perlu dilakukan pencegahan. Upaya tersebut bisa dilakukan oleh Relawan TIK, dengan menguatkan gerakan literasi digital.
 
Relawan TIK diharapkan bisa terus melakukan pendampingan terhadap masyarakat, untuk bisa membedakan informasi yang bohong dan fakta.
 
“Terus lakukan pendampingan kepada masyarakat, agar bisa membedakan informasi hoaks dan bukan,” kata Donny.
 
 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(ALB)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *