Keracunan Sarden, Seorang Perempuan Tewas dan Belasan Dirawat di Prancis

Berita, Teknologi473 Dilihat

Bordeaux: Seorang perempuan meninggal di Prancis karena botulisme setelah makan ikan sarden di sebuah restoran pekan lalu. Pejabat kesehatan Prancis menambahkan, 12 orang lainnya sedang menjalani perawatan karena kondisi langka tersebut. 
 
Botulisme adalah penyakit neurologis serius yang biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak diawetkan dengan benar. 
 
Restoran di Bordeaux, barat daya Prancis, telah mengawetkan ikan sarden itu sendiri. Hal ini dikatakan otoritas kesehatan DGS pada Selasa malam. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kewarganegaraan wanita yang meninggal tersebut masih belum ditentukan. Namun, sumber yang dekat dengan kasus tersebut mengatakan, perempuan itu berusia 32 tahun. 
 
Seorang dokter di rumah sakit Pellegrin di Bordeaux, Benjamin Clouzeau mengatakan, 12 orang lagi masih menerima perawatan darurat pada Rabu pagi. “Lima di antaranya menggunakan alat bantu pernafasan,” kata dokter tersebut, dilansir dari AFP, Rabu, 13 September 2023. 
 
“Kelompok itu termasuk warga negara Amerika, Irlandia dan Kanada,” katanya. 
 
Seorang warga negara Jerman pulang untuk berobat, begitu pula warga Barcelona, ??Spanyol. 
 
Mereka semua makan di restoran, “Tchin Tchin Wine Bar” di Bordeaux, antara tanggal 4 dan 10 September ketika biasanya ada banyak turis di kota yang terkenal dengan anggur dan makanannya. 
 
“Mereka semua memakan ikan sarden yang disimpan sendiri oleh pemilik restoran di dalam toples,” kata DGS. 
 
Botulisme mematikan pada lima hingga 10 persen kasus karena racun yang dihasilkan oleh bakteri clostridium botulinum yang dapat muncul ketika makanan yang diawetkan tidak disterilkan secara memadai. 
 
Pihak berwenang masih melakukan tes di restoran tersebut. DGS menambahkan pihaknya tidak dapat mengesampingkan munculnya kasus botulisme lebih lanjut yang memiliki masa inkubasi hingga beberapa hari. 
 
Hal ini dapat menyebabkan kelumpuhan otot yang berlangsung selama beberapa minggu, dengan bahaya paling langsung berasal dari otot pernapasan yang terkena. 
 
Surat kabar lokal Sud-Ouest mengutip pemilik restoran yang mengatakan, dia telah membuang beberapa toples berisi sarden karena “bau menyengat” yang keluar dari wadahnya ketika dia membukanya. 
 
“Namun sebagian lainnya tampak dalam kondisi baik dan terlayani hingga ke pelanggan,” ujarnya.
 
Baca juga: Lansia di Johor Meninggal akibat Keracunan Ikan Buntal
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(FJR)

Quoted From Many Source

Baca Juga  TL Cuma Mau Bayar 4,45% Tagihan, Korban Wanaartha Protes ke OJK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *