Kenali Baby Blues Syndrome, Belajar dari Viralnya Ibu Nyaris Lompat ke Rel Bersama Anak

Berita, Teknologi214 Dilihat

Jakarta: Telah viral video di mana seorang ibu tengah dijegat oleh satpam dari Commuter Line, tepatnya di Stasiun Pasar Minggu. Ibu tersebut diduga mengalami baby blues syndrome.

Video tersebut menunjukkan bahwa seorang ibu ingin melompat ke arah lintasan rel kereta api. Namun, satpam segera menjegat perbuatan tersebut dan memisahkan antara bayi dan si ibu.

Berdasarkan informasi dari pihak Commuter Line, ibu itu sudah pulang ke rumah. Informasi lain pun mengatakan bahwa ibu mengalami stres karena masalah keluarga. Kita perlu mengetahui bahwa baby blues syndrome juga bisa terjadi ketika ibu merasakan stres pasca kelahiran.

 

Apa itu baby blues syndrome yang dialami ibu?

Moms, rasa takut untuk mengalami baby blues syndrome memang menjadi kekhawatiran para ibu pasca kelahiran. Baby blues ditandai dengan perasaan sedih dan bisa semakin memburuk hingga mengalami stres.

Dilansir dari March of Dimes, hingga 4 dari 5 orang tua baru (80 persen) mengalami baby blues. Hal ini dapat bisa memengaruhi orang tua baru dari segala ras, usia, pendapatan, budaya atau tingkat pendidikan.

Kebanyakan ibu mengalami baby blues 2 hingga 3 hari setelah bayi lahir. Mereka bisa bertahan hingga 2 minggu. Biasanya penyakit ini akan hilang dengan sendirinya. Namun, sesingkat apapun, rasa yang dialami oleh Moms pun pastinya tidak enak.

 

Apa penyebab dari baby blues syndrome?

Perubahan hormon yang terjadi setelah melahirkan dapat menyebabkan baby blues. Setelah melahirkan, jumlah hormon estrogen dan progesteron tiba-tiba menurun, sehingga menyebabkan perubahan suasana hati.

Bagi sebagian orang, hormon yang dibuat oleh kelenjar tiroid bisa turun tajam, sehingga membuat mereka merasa lelah dan depresi. Kurang tidur dan tidak makan dengan baik dapat menambah perasaan tersebut.

Baca Juga  Wamen BUMN Beberkan Senjata Tekan Biaya Logistik

Masalah emosional adalah kemungkinan penyebab baby blues lainnya. Moms mungkin merasa gugup saat merawat bayi yang baru lahir atau khawatir tentang perubahan hidup sejak bayi tersebut lahir. Semua pikiran yang menghampiri dapat membuat Moms terasa tertekan dan sedih.

 

Apa saja gejala baby blues yang dialami?

Gejala awalnya mungkin hanya ketakutan biasa. Namun, orang-orang sekitar Moms perlu waspada juga terkait hadirnya baby blues syndrome. Menurut Dinas Kesehatan Banjarmasin, ibu yang terkena baby blues bisa mengalami gejala:

– Munculnya rasa sedih dan sering ingin menangis.

– Emosi tidak stabil, sehingga mudah marah dan muncul rasa takut yang tak beralasan.

– Merasa lelah.

– Sulit tidur dan sakit kepala.

– Merasa kurang percaya diri untuk merawat anak.

– Muncul kecemasan dan khawatir tentang bayinya.

 

Apa yang bisa Moms lakukan untuk meredakan baby blues?

Moms, pasti tak ingin mengalami baby blues syndrome. Tentunya Moms bisa mencoba melakukan beberapa hal yang bisa meredakan baby blues syndrome. Adapun kegiatannya, antara lain:

– Tidurlah sebanyak yang kamu bisa. Ini akan membantu untuk mengembalikan energi Moms.

– Mintalah bantuan dari pasangan, keluarga, dan teman. Beri tahu mereka apa yang bisa mereka lakukan untuk Moms, seperti berbelanja makanan atau menjaga bayi saat Moms sedang mandi atau tidur.

– Luangkan waktu untuk diri sendiri. Mintalah seseorang yang Moms percayai untuk menjaga bayi Moms agar Moms bisa keluar rumah. Mendapatkan sinar matahari juga bisa membantu.

– Jangan minum alkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, ataupun menyalahgunakan obat resep. Semua ini dapat memengaruhi suasana hati Moms dan membuat merasa lebih buruk. Hal ini juga dapat mempersulit Moms dalam merawat Si Kecil.

Baca Juga  Soal Tudingan Pencucian Uang Ratusan Miliar, Ini Respons Raffi Ahmad

– Makan makanan sehat dan berolahraga. Olahraga dapat membantu mengurangi stres. Pilihlah olahraga yang ringan saja jika ragu meninggalkan Si Kecil terlalu lama.

Aulia Putriningtias
(FIR)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *