Jual Mall Neo Soho Buat Bayar Utang, Ini Penjelasan APLN

Berita, Teknologi150 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) menjelaskan terkait penjualan Mall Neo Soho milik entitas perseroan PT Tiara Metropolitan Indah (TMI) kepada PT NSM Assets Indonesia (NSMAI). Hal tersebut sekaligus menjawab permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengutip keterbukaan BEI, permintaan penjelasan BEI terkait dengan nilai buku, aset, hingga laba yang diterima perseroan setelah melepas aset miliknya yang terletak di Grogol, Jakarta Barat tersebut.

Manajemen mengungkapkan, nilai buku bersih atas aset yang dijual senilai Rp 627.830.587.298. Nilai aset tersebut merupakan keseluruhan (100%) dari pusat perbelanjaan Neo Soho. Sedangkan jumlah laba yang akan dibukukan senilai Rp 639.669.412.702.

“Latar belakang penjualan aset mal ini termasuk dalam rencana perseroan untuk dapat menurunkan leverage perseroan,” tulis manajemen dikutip Kamis (5/10).

Menurut manajemen, penjualan produk properti yang dikembangkan atau dibangun oleh perseroan merupakan kegiatan usaha utama yang dijalankan oleh perseroan untuk menghasilkan pendapatan usaha.

“Penjualan aset mal dapat dikatakan sama saja dengan penjualan unit apartemen dalam jumlah banyak/besar. Hasil penjualan dalam jumlah besar tersebut dapat digunakan oleh Perseroan untuk melunasi sebagian utang, sehingga menurunkan leverage Perseroan,” sebutnya.

Selain itu, manajemen juga mengungkapkan, berdasarkan akta tanggal 26 September 2023, struktur dan susunan pemegang saham NSMAI sebelum transaksi pembelian aset yaitu, NSM Asset Japan LLC (yang 100% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Hankyu Hanshin Properties Corporation Jepang) sebesar 100%.

Namun struktur dan susunan pemegang saham NSMAI sesudah transaksi pembelian aset menjadi NSM Asset Japan LLC: 71,42% dan TMI: 28,58%.

“Tidak terdapat hubungan afiliasi antara NSMAI dengan Perseroan maupun dengan TMI,” imbuhnya.

Baca Juga  4 Alasan Emas Jadi Buruan Investor dan Harganya Mahal

Penyertaan saham baru oleh TMI dalam NSMAI adalah sebanyak 4.335.577 saham seri B, atau senilai Rp 383.672.551.000.

Manajemen menjelaskan, profil ekuitas dan total aset NSMAI memang telah mencapai nilai kurang lebih Rp 1,3 triliun sehingga nilai penyertaan saham TMI 28,58% dengan harga Rp 383.672.551.000 adalah wajar dan layak. Sementara, penyertaan saham 28,58% merupakan bentuk kesinambungan usaha Perseroan melalui entitas TMI di dalam Mall Neo Soho.

“Kami memandang dalam sisi bisnis, adalah hal yang wajar jika kami selaku founder mempertahankan usaha dan kepentingan kami dalam Neo Soho Mall,” ungkapnya.

Manajemen menegaskan, strategi pengembangan bisnis NSMAI ke depannya berfokus untuk mengembangkan Neo Soho Mall dan lebih mengintegrasikannya dengan Central Park Mall agar lebih menarik dan menjadi destinasi utama untuk berbelanja dan rekreasi di Jakarta Barat.

Selain untuk penyertaan saham, dana penjualan unit Neo Soho tersebut digunakan untuk pembayaran utang yang dimiliki Perseroan kepada Bank Danamon sebesar Rp 850.000.000.000.

Manajemen menjelaskan, APLN memiliki utang kepada Bank Danamon dalam fasilitas kredit sebesar Rp 1,8 triliun. Akan tetapi, tidak ada utang perseroan yang akan jatuh tempo sampai dengan akhir tahun 2023.

[Gambas:Video CNBC]

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *