Jual Kelas Saham di Sosmed, Influencer Diminta Balikin Rp32 M

Berita, Teknologi651 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Dewan Sekuritas dan Bursa India (Sebi) memberi sanksi pelarangan bertransaksi di pasar modal untuk tujuh influencer India pada hari Rabu, (25/10/2023). Mereka disanksi karena dugaan pelanggaran setelah menawarkan rekomendasi saham melalui saluran Telegram.

Terdakwa, yang merupakan admin dari aku bernama ‘Baap of Chart’, juga telah diminta untuk menyetor ₹17 crore atau sekitar Rp32,5 miliar ke rekening escrow sampai regulator pasar menyelesaikan penyelidikan. Uang tersebut diduga mereka kumpulkan dari kelas saham dan nasihat investasinya.

Melansir livemint.com, Ini adalah perintah sementara, dan perintah konfirmasi akhir akan dikeluarkan oleh Sebi setelah penyelidikan selesai. Perkembangan ini merupakan bagian dari tren yang lebih besar di mana Sebi mengeluarkan perintah larangan terhadap finfluencer tidak terdaftar yang menggunakan saluran media sosial untuk memberikan nasihat investasi.

“Untuk mencegah kelanjutannya dari segala aktivitas penipuan atau tidak terdaftar lebih lanjut demi kepentingan investor, dan untuk menyita dan menahan dugaan keuntungan ilegal tersebut,” kata Ananth Narayan, anggota tetap Sebi dalam petitum perintah setebal 45 halaman.

Sebi juga mengamati bahwa Baap of Charts mengadakan kursus pasar saham dan menjanjikan keuntungan yang tinggi serta paparan terhadap pasar saham langsung.

“Lebih lanjut, saya perhatikan bahwa dalam video/postingan media sosialnya tentang ‘kursus’ Dewan Komisaris, Nasir berulang kali menekankan penyediaan akses ke perdagangan langsung selama kursusnya. Oleh karena itu, tidak adanya campur tangan pada tahap ini akan mengakibatkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki terhadap kepentingan pasar sekuritas dan investor,” tambahnya.

Regulator saham India telah menyaksikan peningkatan tajam dalam tren rekomendasi saham ilegal dengan munculnya media sosial. Dengan begitu, Sebi sebagai penyelenggara bursa mengatur, entitas mana pun yang memberikan tip saham tersebut harus terdaftar pada regulator.

Baca Juga  8 Multifinance Menghitung Hari, 6 Sudah Gugur Tahun Lalu

Namun, banyak akun media sosial yang tidak terdaftar menawarkan tips pasar saham. Menyikapi hal tersebut, Sebi memperketat norma bagi penasihat investasi. Ia melarang perusahaan tercatat dan perantara yang diatur oleh Sebi untuk mempekerjakan finfluencer yang tidak terdaftar tersebut.

Secara terpisah, Sebi juga meningkatkan tindakan regulasi terhadap entitas tersebut. Pada bulan April, Sebi mengeluarkan perintah serupa lainnya yang mengharuskan admin Grup Telegram diminta membayar denda sebesar ₹5,6 crore.

Berbicara di acara pasar bulan lalu, ketua Sebi Madhabi Puri Buch mengatakan investor perlu berhati-hati terhadap berbagai klaim keuntungan yang diiming-imingi penasihat investasi di platform media sosial dan menambahkan bahwa beberapa penasihat investasi menyediakan layanan manajemen portofolio (PMS) ilegal kepada klien mereka.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: Saham OTW 1 Rupiah, Momen Untuk Exit?

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *