Jika Suku Bunga BI Setara dengan The Fed, Apa Dampaknya?

Berita, Teknologi678 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia- Turunnya inflasi inti Amerika Serikat ke level 4,3% (yoy) disebut Chief Economist BCA, David Sumual sebagai pendorong keyakinan pasar terhadap potensi Bank Sentral AS, The Fed untuk menahan suku bunga acuan di September 2023, meski di November prospek kenaikan Fed Funds Rates masih cukup terbuka.

David juga menyebutkan tren kenaikan energi global turut mengancam inflasi, efeknya The Fed berpeluang menahan suku bunga tinggi hingga awal tahun 2024.

Seperti apa ekonom melihat arah kebijakan The Fed? Bagaimana prospek FFR naik setara dengan BI7DRR? Lalu apa dampaknya ke BI dan pasar keuangan domestik? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Chief Economist BCA, David Sumual dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 20/09/2023)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini


Quoted From Many Source

Baca Juga  Investor Tunggu Data AS, Dolar AS Tembus Rp 16.075 Hari Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *