Jelang Meeting The Fed, Minyak Anjlok Nyaris 4%

Berita, Teknologi26 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah dunia dibuka tak kompak pada perdagangan Selasa (31/10/2023) setelah penurunan hampir 4% pada perdagangan sebelumnya.

Hari ini harga minyak mentah WTI dibuka menguat 0,34% di posisi US$82,59 per barel, sedangkan harga minyak mentah brent dibuka melemah 0,90% ke posisi US$86,66 per barel.


Pada perdagangan Senin (31/10/2023), harga minyak mentah WTI ditutup anjlok 3,78% di posisi US$82,31 per barel, begitu juga dengan minyak mentah brent ditutup terjun 3,35% ke posisi US$87,45 per barel.

Minyak tergelincir lebih dari 3% pada perdagangan Senin seiring dengan meredanya kekhawatiran bahwa perang Israel-Hamas akan mengganggu pasokan dari wilayah tersebut, dan karena investor semakin berhati-hati menjelang pertemuan The Federal Reserve AS pada minggu ini.

Pada pekan kemarin, harga minyak mentah melonjak 3% setelah Israel meningkatkan serangan darat ke Gaza, memicu kekhawatiran konflik dapat meluas di wilayah yang menyumbang sepertiga produksi minyak global. Namun, kekhawatiran itu memudar pada hari Senin, menurut beberapa analis.

Pasukan dan tank Israel menyerang kota utama di utara Gaza dari timur dan barat pada hari Senin, tiga hari setelah mereka memulai operasi darat di daerah kantong Palestina.

Meskipun perang masih intensif, namun tampaknya belum menganggu pasokan minyak di wilayah Timur Tengah.

Selain itu, para investor juga fokus pada hasil pertemuan The Federal Reserve pada hari Rabu, serta apa yang mungkin ditunjukkan oleh pendapatan perusahaan raksasa teknologi seperti Apple Inc (AAPL.O) mengenai prospek perlambatan ekonomi.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Bank sentral Inggris dan Jepang juga akan meninjau kebijakan mereka pada minggu ini.

Baca Juga  Gelar ASEAN Indo-Pacific Forum, RI Tekankan 3 Hal Utama Ini

Sementara itu, inflasi Jerman menurun pada bulan Oktober, menunjukkan penurunan substansial dalam inflasi umum di zona euro.

China melaporkan PMI manufaktur dan jasa bulan Oktober minggu ini, dengan investor menantikan tanda-tanda lebih lanjut bahwa perekonomian negara importir minyak mentah utama dunia tersebut mulai stabil.

Pada hari Senin, Bank Dunia memperkirakan harga minyak global akan mencapai rata-rata US$90 per barel pada kuartal keempat dan US$81 pada tahun 2023 karena melambatnya pertumbuhan mengurangi permintaan, namun memperingatkan bahwa eskalasi konflik Timur Tengah dapat meningkatkan harga secara signifikan.

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Rekor! Minyak Catat Kenaikan Tertinggi Sepanjang 2023

(saw/saw)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *