Jelang Deadline, Bos OJK Tagih Spin Off Unit Syariah Asuransi

Berita, Teknologi585 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan mengingatkan unit asuransi syariah (UUS) agar segera melaksanakan spin off. Pasalnya, batas waktu yang diberikan OJK semakin dekat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan penyampaian rencana Spin Off UUS asuransi diminta selambat-lambatnya sudah ada pada Desember.

“Sesuai POJK 11/2023, perusahaan yang memiliki unit usaha syariah harus menyampaikan perubahan Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah (RKPUS) selambat-lambatnya bulan Desember 2023,” ungkap Ogi secara tertulis, dikutip Rabu, (11/10/2023).

Ogi menggarisbawahi, sampai dengan saat ini belum ada perusahaan yang mengajukan spin off berdasarkan UU PPSK dan POJK 11 tahun 2023.

“Pada September 2021 yang lalu, OJK memberikan izin kepada Asuransi Allianz Syariah, tetapi belum berdasarkan UU P2SK dan POJK 11/2023 tersebut,” ungkapnya.

Nantinya, bila perusahaan asuransi telah penyampaian RKPUS, baru OJK bisa mengetahui daftar UUS yang akan spin off menjadi perusahaan full syariah. Dalam RKPUS tersebut juga akan terlihat mana yang tidak melanjutkan bisnis syariahnya dan melakukan pengalihan portofolio unit syariahnya kepada perusahaan asuransi syariah yang ada.

Beberapa perusahaan asuransi pun telah membocorkan rencana spin off. Emiten asuransi PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance menargetkan pemisahaan atau spin off unit usaha syariah (UUS) dapat rampung pada 2024.

“Kami upayakan tahun depan, tetapi masih kajian sehingga belum keterbukaan informasi,” ujar Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Asuransi milk PT Pertamina (Persero) ini rencananya akan spin off UUS dengan cara mengakuisisi perusahaan asuransi lain dan meleburkannya atau merger dengan Asuransi Syariah Tugu Insurance.

Baca Juga  Harga Emas Tumbang Usai Reli 9 Hari, Saham Emiten Logam Masih Menarik?

Sementara itu, dua perusahaan asuransi milik Grup Astra PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) dan PT Asuransi Jiwa Astra Life menyatakan siap untuk mengikuti aturan spin off UUS.

Meski begitu, President Director Astra Life Nico Tahir mengatakan pihaknya masih butuh waktu untuk pengembangan. Pasalnya, portofolio unit syariah miliknya masih berkontribusi kecil terhadap kinerja konsolidasi.

“Kami masih sangat muda jadi masih kami kembangkan, unit syariah kami itu kan baru dari 2019-2020 efektifnya, untuk mendukung keseluruhan kelengkapan produk yang bisa kami tawarkan kepada nasabah, jadi masih dalam pengembangan,” kata Nico beberapa waktu lalu.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


OJK Dorong Spinoff Asuransi Syariah, Ini Pandagangan Generali

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *