Ini Rahasia BRI Bisa Jaga Margin Laba

Berita, Teknologi508 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah era suku bunga tinggi yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama, dana murah menjadi satu komponen yang dapat menjaga margin laba bank. 

Pasalnya deposito akan meningkatkan beban bunga bank dan menggerus pendapatan bunga bersih perusahaan. 

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tercatat sebagai bank yang mendorong ekspansi di ruang digital dan berimbas kepada rasio dana murah (current account savings account/CASA).

Bank saat ini menerapkan konsep yang memungkinkan perbankan untuk berbagi data finansial dengan pihak ketiga atau open API atau open banking. Dengan open banking, nasabah lebih mudah mentransfer dana hingga melakukan pembayaran.

Open banking milik BRI saat, BRIAPI telah menjangkau lebih dari 400 perusahaan mitra di seluruh Indonesia, baik digital maupun non-digital. Layanan itu seperti Virtual Account (BRIVA), Fund Transfer, isi ulang kartu BRIZZI, serta API informasional yang dapat membantu tata kelola keuangan bisnis terbukti menciptakan ekosistem digital bagi mitra BRI.

Seiring dengan inovasi tersebut, CASA BRI meningkat signifikan setiap tahunnya. Dalam rata-rata lima tahun hingga kuartal I/2023, CASA BRI tumbuh 8,7% yoy. Per kuartal II/2023, rasio CASA BRI naik 40 basis poin (bps) menjadi 65,49% dibandingkan kuartal II/2022.

Mengutip laporan perusahaan, CASA BRI naik 10,1% yoy sepanjang semester I/2023 menjadi Rp 815,42 triliun. Pada periode yang sama, deposito naik 8,4% yoy menjadi Rp 429,69 triliun.

Sementara itu, nama-nama besar perusahaan digital yang sudah terkoneksi dengan open banking BRI adalah Shopee, Tokopedia, Gopay, OVO, LinkAja, Traveloka, DOKU dan Investree. 

Adapun realisasi laba BRI hingga semester I 2023 sebesar Rp 29,56 triliun, naik 18,8% yoy. Dengan asumsi capaian paruh pertama tahun ini, laba akhir tahun bank bisa mencapai Rp 60 triliun. 

Baca Juga  BTN Syariah & Bank Muamalat Sudah Komunikasi dengan OJK, Siap Merger?

Mengutip laporan publikasi, satu pendongkrak laba BRI pada semester I/2023 di tengah era suku bunga tinggi adalah pendapatan nonbunga. Komponen tersebut tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan bunga bersih.

Pendapatan bunga bank naik 11,4% yoy, tetapi beban bunga melesat 63,7% yoy. Alhasil pendapatan bunga bersih bank hanya naik 1,4% yoy menjadi Rp 65,54 triliun, dari sebelumnya Rp 64,61 triliun.

Per Juni 2023, pendapatan nonbunga BRI naik 22,9% yoy menjadi Rp 21,13 triliun. Bila dirinci, sebagian besar merupakan kontribusi pendapatan komisi yang mencapai Rp 10,22 triliun.

Tingkat pengembalian modal atau return on equity (ROE) BBRI bertahan di level 20%. Per Juni 2023, ROE bank mencapai 20,01%.

Angka tersebut merupakan capaian tertinggi bank dalam 5 tahun terakhir. Sepanjang 2018-2022, ROE BRI sebesar 17%-18% dan sempat anjlok pada masa pandemi Covid-19 ke level 10,52%.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


BRI Bagi Hadiah Undian Promo di Pasar Tanah Abang Blok B

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *