Ini Bank dengan Bunga Deposito Tertinggi di RI

Berita, Teknologi625 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia masih memertahankan era suku bunga tinggi hingga memasuki kuartal III/2023. Bank sentral menahan suku bunga acuan pada level 5,75%.

Ketua LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kendati demikian, belum ada kenaikan signifikan rata-rata bunga deposito di industri perbankan. Ini artinya likuiditas bank di Tanah Air masih terbilang aman. 

“Bank belum merasa harus merebut dana nasabah Indonesia, jadi masih cukup baik bagi tren likuiditas,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (29/9/2023).

Hal itu terlihat pula pada special rate deposito yang ditawarkan industri perbankan. Sebagai informasi special rate deposito adalah simpanan yang menawarkan bunga di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) LPS. Bunga ini ditawarkan over the counter dan ditawarkan kepada deposan pemilik dana besar. 

Bila dirinci, saat ini kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 2 yang menawarkan special rate paling tinggi dibandingkan dengan kelompok bank lainnya, yakni 5,46%. KBMI 4 paling rendah, yakni 3,2% dan KBMI 3 4,49%. Secara rata-rata special rate yang ditawarkan industri sebesar 4,18%.

“Masih di bawah suku bunga penjaminan LPS, makanya kita lihat belum ada kenaikan sehingga kita tidak terpaksa naikan (TBP),” kata Purbaya. 

Adapun KBMI 2 merupakan bank dengan modal inti Rp 6 triliun hingga Rp 14 triliun. Saat ini KBMI II banyak dihuni oleh bank digital besar, seperti Bank Jago, Allo Bank, dan Bank Raya. Selain itu adapula Bank Mayapada, Bank Bukopin, Bank Sinarmas, hingga Bank BJB.

Sementara itu LPS telah memutuskan untuk mempertahankan TBP bank umum dan bank perekonomian rakyat (BPR). Dengan demikian tingkat bunga masing-masing menjadi 2,25% untuk valuta asing (valas), 4,25% untuk bank umum dan 6,75% untuk BPR.

Baca Juga  [Cek Fakta] Prabowo Punya Dendam ke Jokowi dan Gibran Dijadikan Tumbal, Ini Faktanya

“Tingkat bunga penjaminan akan berlaku 1 Oktober 2023 sampai 31 Januari 2024,” kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (29/9/2023).

LPS secara regular menetapkan tingkat bunga penjaminan tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari, Mei dan September.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Negara Asia Sibuk Buang Dolar, LPS Ungkap Fakta Baru

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *