Inflasi Konsumen AS di Atas Ekspektasi Pasar, Kripto Rontok

Berita, Teknologi667 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto mayoritas turun dalam 24 jam terakhir setelah inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) di atas ekspektasi pasar.

Merujuk dari CoinMarketCap pada Jumat (13/10/2023) pukul 08.03 WIB, pasar kripto mayoritas mengalami pelemahan. Bitcoin naik tipis 0,17% ke US$26.830,71 dan secara mingguan turun 2,33%.

Ethereum turun 0,95% dalam 24 jam terakhir dan dalam tujuh hari anjlok 4,52%.

XRP terdepresiasi 0,51% secara harian dan secara mingguan juga ambles 7,82%.

Begitu pula dengan Solana yang berada di zona negatif 1,96% dalam 24 jam terakhir dan secara mingguan longsor 6,60%.



CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital turun 0,35% ke angka 1.102,46. Open interest stagnan 0,00% di angka US$24,73 miliar.

Sementara dilansir dari Alternative.me, bitcoin fear & greed index tercatat berada di posisi 44 yang mana merupakan kategori fear atau sama jika dibandingkan dengan hari kemarin (12/10/2023) yang berada di angka 45 dengan kategori fear juga.

Sedangkan fear & greed index yang dilansir dari coinmarketcap.com menunjukkan angka 39 yang menunjukkan bahwa pasar berada di fase pesimis/fear dengan kondisi ekonomi dan industri kripto saat ini.

Kemarin pada malam hari (12/10/2023), AS telah merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode September. Secara bulanan, IHK tersebut naik 0,4% dibandingkan perkiraan ekonom sebesar 0,3% dan bulan sebelumnya 0,6%. Pada basis tahun-ke-tahun di bulan September, CPI naik 3,7% dibandingkan perkiraan 3,6%.

Sementara tekanan suku bunga di AS terus mendapat perhatian serius dunia. Khususnya di pasar tradisional, tekanan ini menyebabkan kerugian yang signifikan di pasar mata uang kripto. Selain itu, konsep suku bunga “lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama” kembali mengemuka di kalangan para ahli, sehingga menimbulkan kekhawatiran di antara banyak investor.

Baca Juga  Pendiri Gojek-Tokopedia Hengkang dari Manajemen GOTO, Ini Kata Analis

Perangkat CME FedWatch juga menilai bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 1 November sebesar 13,3%. Sementara sisanya berekspektasi bahwa bank sentral AS (The Fed) masih akan menahan suku bunganya. Hal ini yang semakin aset berisiko termasuk pasar kripto.

Tidak sampai disitu, perusahaan analisis cryptocurrency, Glassnode menyatakan bahwa likuiditas telah menurun di pasar altcoin karena penurunan selera risiko terhadap aset berisiko. Dalam analisis baru-baru ini, perusahaan tersebut menyatakan bahwa metrik altcoin fundamental berada pada level rendah secara siklus, yang menunjukkan kelemahan pasar.

Penyelesaian jaringan, interaksi pertukaran, dan arus modal tetap berada pada tingkat siklus yang rendah, likuiditas aset digital terus berkurang, yang menggarisbawahi ketidakpedulian pasar yang akut saat ini.

Merujuk pada coin-turk.com, Glassnode membandingkan hot supply dengan rata-rata pasokan bitcoin jangka panjang dengan standar deviasi (SD) -0,5. Berdasarkan hal tersebut, Glassnode membuat kerangka kerja yang menyoroti periode likuiditas pasar yang rendah dan berkontraksi ketika hot supply berada di bawah rata-rata level -0,5 SD.

Area yang disorot tersebut menunjukkan bahwa kondisi likuiditas saat ini serupa dengan pasar bearish pada tahun 2014-2015 dan 2018-2019, yang telah berada dalam kondisi ini selama 535 hari.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Binance PHK Ribuan Karyawan, Bitcoin CS Hancur Berjamaah

(rev/rev)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *