IHSG Bergairah, Ini Deretan Saham yang Terbang dan Tenggelam

Berita, Teknologi50 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergairah pada perdagangan sesi I Kamis (13/6/2024), setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) memproyeksikan masih ada harapan pemangkasan suku bungapada tahun ini.

Hingga pukul 12:00 WIB, IHSG menguat 0,22% ke posisi 6.865,43. Meski berhasil menguat, tetapi IHSG masih belum mampu untuk kembali menyentuh level psikologis 6.900.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 8,8 triliun dengan volume transaksi mencapai 33 miliar lembar saham dan sudah ditransaksikan sebanyak 465.815 kali. Hingga akhir sesi I, terpantau 265 saham menguat, 253 saham melemah, dan 237 saham cenderung stagnan.

Saat IHSG bergairah, terpantau ada beberapa saham yang juga berhasil melesat cukup tinggi pada sesi I hari ini. Berikut daftarnya.

Di posisi pertama ada emiten konsumer produsen es krim dengan merek Campina yakni PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP), yang meroket 24,78% ke posisi Rp 282/saham. Saham CAMP pun sudah menyentuh auto reject atas (ARA) di sesi I hari ini.

Belum diketahui pasti penyebab terbangnya saham CAMP pada sesi I hari ini. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengawasi pergerakan saham CAMP.

CAMP masuk ke dalam radar BEI imbas turunnya harga saham di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/ UMA).

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham CAMP tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulis pengumuman BEI

Pengumuman UMA terhadap saham CAMP tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Meski begitu, para investor diminta untuk mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Baca Juga  Konsumsi Warga RI Makin Selektif, Tapi Tabungan Lesu, Ini Sebabnya

“Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” tulis BEI.

Hal ini lantaran pada perdagangan Rabu kemarin, saham CAMP ditutup ambruk 23,65% di Rp 226/saham, kemudian rebound dan terbang pada sesi I hari ini.

Sejatinya, saham CAMP sudah terkoreksi sejak perdagangan 7 Juni lalu. Dalam sepekan terakhir, saham CAMP masih ambruk 27,69%, sedangkan sebulan terakhir anjlok 26,94%, dan sepanjang tahun ini jeblok 29,85%.

Di lain sisi, saat IHSG menghijau, ada beberapa saham yang juga terkoreksi parah pada sesi I hari ini. Berikut daftarnya.

IHSG cenderung bergairah setelah data inflasi AS kembali melandai. Rilis inflasi AS pada Rabu malam menunjukkan hasil yang melandai lebih baik dari perkiraan.

Perlu dicatat, inflasi AS periode Mei 2024 menyentuh 3,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), turun lebih dalam dibandingkan perkiraan pasar di 3,4% yoy. Inflasi inti juga mencatat hasil lebih baik dari konsensus pasar, menyentuh 3,4% yoy.

Selang beberapa jam setelah rilis data inflasi, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuannya.

Dalam pernyataan resminya, the Fed menegaskan jika komite tidak akan menurunkan target (suku bunga) sampai mereka lebih percaya diri melihat inflasi bergerak ke arah 2% secara berkelanjutan.

“Kami melihat laporan hari ini (inflasi yang melandai) sebagai kemajuan dan bisa membangun rasa percaya diri. Namun, kepercayaan diri kami belum sampai pada tahap membenarkan keputusan untuk mulai melonggarkan kebijakan pada saat ini,” tutur Chairman The Fed, Jerome Powell pada saat konferensi pers usai rapat FOMC, dikutip dari CNBC International.

Dalam rapat kali ini, The Fed juga merilis dokumen dot plot. Setiap titik dalam dot plot tersebut merupakan pandangan setiap anggota The Fed terhadap suku bunga.

Baca Juga  Polisi Terduga Pelaku Pencabulan Tahanan Wanita di Polda Sulsel Miliki Riwayat Pelanggaran Disiplin

Dalam dokumen terbarunya, median dari proyeksi The Fed mengindikasikan hanya ada sekali pemotongan pada tahun ini sebesar 25 bps, paling lambat pada Desember 2024.

Proyeksi ini jauh lebih rendah dibandingkan pada Maret 2024 di mana The Fed mengindikasikan ada tiga kali pemotongan dengan besaran 75 bps.

Sikap hawksih the Fed ini sebenarnya sudah sesuai dengan perkiraan untuk menahan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Sayangnya, dengan probabilitas pemangkasan suku bunga hanya sekali. Ini bisa memicu tren higher for longer yang dapat menjadi sentimen negatif bagi aset berisiko seperti saham.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ini Deretan Saham Top Gainers & Loser Pekan Ini

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *