Ide Kredit Startup Gibran Dikritik: Sudah Banyak yang Mati!

Berita, Teknologi556 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad menilai program calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menciptakan kredit startup milenial mengandung peluang, sekaligus risiko. Menurut dia, Gibran harus menghitung benar rencana ini, sebab banyak startup yang sudah gulung tikar.

“Masalahnya startup ini banyak yang rugi, banyak yang mati,” kata dia Tauhid ketika dihubungi, dikutip pada Kamis, (26/10/2023).

Sebelumnya, Gibran menyebut pemerintah telah banyak menyediakan Kredit Usaha Rakyat untuk usaha mikro dan ultra mikro. Dia mengatakan ingin menghadirkan fasilitas kredit jenis baru, yakni kredit untuk startup milenial. Gibran menjabarkan program tersebut saat deklarasi pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di area Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (25/10/2023).

Anak sulung Presiden Joko Widodo itu mengatakan kredit perusahaan rintisan itu ditujukan kepada para milenial. Bidang usahanya difokuskan pada perusahaan rintisan yang berbasis inovasi dan teknologi. Dia belum menjelaskan lebih detail mengenai program tersebut.

Tauhid menilai pasangan Prabowo-Gibran perlu menjelaskan lebih detail mengenai model bisnis dari kredit startup milenial tersebut. Dia menilai apabila kredit startup milenial ini mirip seperti KUR, maka tidak mungkin dilaksanakan. Sebab, jumlah dana yang bisa diberikan lewat program KUR, relatif kecil.

Sementara, startup kebanyakan membutuhkan modal yang amat besar. “UMKM sekali kredit berapa sih, paling Rp 10 juta sampai Rp 20 juta, enggak cukup gaji para startup itu, harus punya skema lain, enggak bisa skema KUR, kecuali startup kecil mungkin lah ya,” kata dia.

Nah, karena itu Tauhid menilai Gibran perlu menjelaskan detail tentang rencananya ini, termasuk soal definisi startup dan milenial dalam visi-misinya. Dia menyarankan bahwa bahwa kredit startup milenial ini juga perlu melibatkan institusi perbankan dalam penyalurannya.

Baca Juga  Dolar Menguat Lagi ke Rp 16.215, Terparah Sejak Pandemi Covid

“Lebih baik memang dikelola oleh institusi profesional, biar jelas tanggung jawabnya,” tutur dia. “Resiko di startup tinggi, resiko hilangnya juga tinggi, meskipun berhasilnya juga banyak,” kata dia melanjutkan.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Erick, Gibran, RK, AHY Masuk Bursa Cawapres, Segini Utangnya

(mij/mij)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *