Hujan Terparah di Hong Kong Selama 140 Tahun Terakhir, Picu Banjir

Berita, Teknologi679 Dilihat

Hong Kong: Hujan deras yang melanda Hong Kong pada Jumat, 8 September 2023 menyebabkan banjir bandang di penjuru kota. Jalanan, pusat perbelanjaan serta stasiun metro tergenang. Pihak berwenang menutup sekolah dan para pekerja diminta untuk tinggal di rumah.
 
Dilansir dari Channel News Asia, meski tidak ada laporan korban, hujan dini hari ini mencatat rekor tertinggi dejak 140 tahun lalu.
 
Observatorium Hong Kong melaporkan curah hujan sebesar 158,1 mm di kantor pusatnya antara pukul 23.00 Kamis malam dan Jumat dini hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Hujan lebat akan mendatangkan banjir bandang,” kata observatorium tersebut. Badan itu mengimbau, warga yang tinggal di sekitar sungai harus waspada terhadap kondisi cuaca dan selalu mempertimbangkan evakuasi dini jika rumah mereka kebanjiran.
 
Biro Cuaca mengeluarkan peringatan hujan badai “hitam” tertinggi dan menyebut curah hujan di pulau utama Hong Kong, Kowloon, bagian timur laut New Territories yang lebih dari 200mm itu terjadi sejak Kamis malam.
 
Biro cuaca menjelaskan bahwa hujan deras di pantai Guangdong itu disebabkan oleh palung bertekanan rendah yang terkait dengan sisa-sisa topan Haikui beberapa waktu lalu. Kondisi ekstrem diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga Jumat tengah hari.
 
Pemimpin Eksekutif Hong Kong, John Lee mengungkapkan rasa keprihatinannya dengan banjir besar di sebagian besar wilayah tersebut. Ia menginstruksikan semua departemen untuk menangani isu ini dengan usaha maksimal.

Aktivitas masyarakat terhenti

Video yang beredar di medsos memperlihatkan jalanan yang berubah menjadi sungai deras, sementara klip lain menunjukkan air mengalir dari eskalator stasiun kereta bawah tanah yang terendam banjir.
 
Kereta Api Mass Transit di kota itu umumkan akan menghentikan sebagian layanan di salah satu jalurnya setelah sebuah stasiun di distrik Wong Tai Sin terendam banjir. Beberapa stasiun lain juga mengalami hal yang sama.
 
Terowongan pelabuhan lintas kota, salah satu akses utama yang menghubungkan pulau Hong Kong ke Kowloon juga terendam air. Di distrik Chai Wan, sebuah pusat perbelanjaan terlihat mengalami kemalangan yang sama.
 
Sekolah dan perkantoran juga ikut ditutup. Pada hari Jumat, pemerintah mengumumkan penutupan di semua sekolah berhubungan dengan “kondisi ekstrim yang disebabkan oleh banjir dan gangguan lalu lintas yang serius”.
 
Para pengusaha diimbau untuk memperhatikan pengaturan kerja yang biasanya digunakan saat sinyal angin kencang 8, yang membuat kota terhenti karena kantor dan toko tutup.


Ancaman Mendatang 

Hujan lebat juga dilaporkan terjadi di pusat teknologi Tiongkok, Shenzhen.
Menurut pejabat Hong Kong, Shenzhen yang saat ini “aba-aba” membuang air dari waduknya berpotensi menyebabkan banjir di beberapa bagian utara Hong Kong.
 
Di pekan sebelumnya, Tiongkok selatan sudah terlebih dahulu dilanda dua topan, Saola dan Haikui berturut-turut meski sudah berusaha menghindari serangan langsung. Puluhan juta orang di wilayah pesisir padat penduduk Tiongkok selatan mengevakuasi diri dari rumahnya sebelum badai menerjang.
 
Para ahli berpendapat, intensitas badai tropis yang meningkat disebabkan oleh perubahan iklim. Akibatnya, hembusan angin kencang berakhir dengan banjir bandang dan kerusakan pesisir.   (Hillary Sitohang)
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(FJR)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Ekonomi Domestik Kasih Angin Segar, Rupiah Libas Balik Dolar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *