Harga Minyak Dunia Masih Terbang, Saham Migas RI Ngacir

Berita, Teknologi697 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Mayoritas saham emiten minyak bumi terpantau bergairah pada perdagangan sesi I Rabu (13/9/2023), di tengah masih cerahnya harga minyak acuan dunia, meski pada pagi hari ini sedikit terkoreksi.

Per pukul 09:15 WIB, tujuh saham pertambangan minyak dan pendukungnya terpantau menguat. Bahkan, ada yang sudah melejit hingga 10% lebih.

Berikut pergerakan saham emiten minyak bumi pada perdagangan sesi I hari ini.











Saham Kode Saham Harga Terakhir Perubahan
Apexindo Pratama Duta APEX 284 10,08%
Radiant Utama Interinsco RUIS 288 8,27%
Medco Energi Internasional MEDC 1.565 5,03%
Energi Mega Persada ENRG 284 2,90%
AKR Corporindo AKRA 1.470 2,08%
Surya Esa Perkasa ESSA 710 1,43%
Astrindo Nusantara Infrastruktur BIPI 107 0,94%

Sumber: RTI

Saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) memimpin penguatan saham minyak bumi pada sesi I hari ini, yakni melonjak 10,08% ke posisi harga Rp 284/saham.

Cerahnya saham minyak di RI terjadi di tengah masih cerahnya harga minyak acuan dunia, meski pada pagi hari ini sedikit terkoreksi.

Pada perdagangan Selasa kemarin, minyak light sweet West Texas Intermediate (WTI) ditutup loncat 1,78% ke posisi US$ 88,84 per barel, begitu juga minyak Brent ditutup melesat 1,57% ke posisi US$ 92,06 per barel.

Namun pada pagi hari ini waktu Indonesia, keduanya sedikit melandai. Harga minyak WTI dibuka terkoreksi 0,1% di posisi US$ 88,75 per barel, sedangkan Brent dibuka turun tipis 0,02% ke posisi US$ 92,04 per barel.

Harga minyak melonjak mendekati 2% dan menjadi kenaikan tertinggi sepanjang 2023 hingga perdagangan hari Selasa kemarin karena prospek pasokan yang lebih ketat dan optimisme OPEC terhadap ketahanan permintaan energi di negara-negara besar.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tetap berpegang pada perkiraannya mengenai pertumbuhan permintaan minyak global yang kuat pada tahun 2023 dan 2024, dengan alasan bahwa negara-negara besar lebih kuat dari perkiraan. Laporan bulanan OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia akan meningkat sebesar 2,25 juta barel per hari (bph) pada tahun 2024.

“Harga minyak mentah menguat setelah laporan bulanan OPEC menunjukkan pasar minyak akan menjadi lebih ketat dari perkiraan awal,” berdasarkan catatan Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analisis OANDA.

Untuk menjaga pasokan tetap terbatas, Arab Saudi dan Rusia pekan lalu memperpanjang pengurangan pasokan sukarela sebesar 1,3 juta barel per hari hingga akhir tahun. OPEC, Rusia dan produsen sekutunya dikenal sebagai OPEC+.

Anggota OPEC Libya menutup empat terminal ekspor minyak di wilayah timur karena badai mematikan, sementara anggota OPEC+ Kazakhstan mengurangi produksi minyak harian untuk pemeliharaan.

Badan Informasi Energi AS (EIA) memproyeksikan produksi minyak global akan meningkat menjadi 101,2 juta barel per hari pada tahun 2023 dan 102,9 juta barel per hari pada tahun 2024.

EIA memperkirakan persediaan minyak global akan turun hampir setengah juta barel per hari pada paruh kedua tahun 2023, menyebabkan harga minyak naik dengan harga Brent rata-rata US$ 93 per barel pada kuartal keempat tahun ini.

Ke depan, para trader minyak menunggu perkiraan pasokan dan permintaan dari IEA pada hari Rabu, dan data persediaan minyak AS dari American Petroleum Institute (API).

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Dua Hari di Zona Merah, IHSG Kembali Menguat

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Anak Pupuk Indonesia Dapat Duit Rp9,3 T dari 8 Bank

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *