Gempa Magnitudo 5,3 Kaimana Dipicu Aktivitas Sesar Tarera Aiduna

Berita, Teknologi164 Dilihat


Papua Barat: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 di wilayah barat daya Kaimana, Papua Barat, dipicu aktivitas sesar Tarera Aiduna.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,44 Lintang Selatan (LS) dan 133,92 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 128 kilometer (km) barat daya Kaimana, Papua Barat, pada kedalaman 29 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Tarera-Aiduna,” paparnya.

Ia menambahkan gempa yang terjadi pada Kamis, pukul 13.18 WIB itu memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.
 


Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Buruway, Kaimana, dan Teluk Etna, dengan skala intensitas III-IV MMI (modified mercally intensity), artinya bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ujar dia.

Hingga pukul 13.40 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Daryono mengimbau kepada masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tuturnya.

Papua Barat: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 di wilayah barat daya Kaimana, Papua Barat, dipicu aktivitas sesar Tarera Aiduna.
 
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,44 Lintang Selatan (LS) dan 133,92 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 128 kilometer (km) barat daya Kaimana, Papua Barat, pada kedalaman 29 km.
 
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Tarera-Aiduna,” paparnya.

Baca Juga  Total Aset Wakaf Saham Baru Capai Rp280 Juta



Ia menambahkan gempa yang terjadi pada Kamis, pukul 13.18 WIB itu memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
 
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.
 

Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Buruway, Kaimana, dan Teluk Etna, dengan skala intensitas III-IV MMI (modified mercally intensity), artinya bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
 
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ujar dia.
 
Hingga pukul 13.40 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Daryono mengimbau kepada masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
 
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tuturnya.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(NUR)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *