Dana Pensiun: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Berita, Teknologi648 Dilihat

Jakarta: Umur selalu bertambah. Semakin bertambahnya usia maka mulai banyak orang sadar dan memikirkan masa depan finansial mereka. Salah satu cara untuk mempersiapkan keuangan pada masa tua adalah dengan membuka rekening dana pensiun.
 
Namun, masih banyak juga yang tidak tahu fungsi dana pensiun dan bagaimana cara memilihnya dengan benar. Padahal dana pensiun memiliki banyak manfaat lho.

Pengertian dana pensiun

Melansir laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun.
 

Jenis-jenis dana pensiun

Dana pensiun terdiri dari tiga jenis yaitu:
 
Dana Pensiun Pemberi Kerja yaitu Dana Pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti atau Program Pensiun Iuran Pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta, dan yang menimbulkan kewajiban terhadap Pemberi Kerja.



Dana Pensiun Lembaga Keuangan, adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari Dana Pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan.
 
Dana Pensiun Berdasarkan Keuntungan, adalah Dana Pensiun Pemberi Kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti, dengan iuran hanya dari pemberi kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan keuntungan pemberi kerja.

Fungsi dana pensiun

Mengacu laman Prudential ada lima fungsi utama jika kamu memiliki dana pensiun. Kelimanya adalah:

  1. Menyediakan dana untuk masa pensiun

    Fungsi utama dari dana pensiun adalah sebagai tabungan untuk masa pensiun pada masa mendatang. Dana pensiun tersebut bisa digunakan ketika masa pensiun tiba dan penghasilan yang diterima sudah tidak stabil seperti saat masih aktif bekerja.
  2. Memberikan keamanan finansial

    Dana pensiun dapat memberikan keamanan finansial kepada seseorang yang memilikinya. Ketika seseorang sudah tidak bekerja lagi, dana pensiun bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan finansial sehari-hari.
     

    Seseorang yang memiliki dana pensiun tidak perlu khawatir tentang kebutuhan finansialnya pada masa tua karena ada tabungan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.

  3. Melindungi karyawan

    Dana pensiun juga berfungsi untuk melindungi karyawan dari risiko keuangan pada masa tua. Dengan memiliki dana pensiun, karyawan dapat memastikan bahwa kebutuhan finansialnya akan tercukupi saat masa pensiun tiba.

     
  4. Memberikan imbal hasil yang lebih baik

    Dana pensiun biasanya akan diinvestasikan dalam berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana. Investasi ini dapat memberikan imbal hasil sehingga dana pensiun dapat meningkat.

Produk dana pensiun

Melansir laman OCBC NISP produk dana pensiun adalah bentuk program dari lembaga keuangan yang menghimpun dana dalam jangka panjang guna menjamin kelanjutan penghasilan peserta (pekerja) di masa tua.
 
Berikut produk dana pensiun bisa dipilih:

1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

Produk dana pensiun DPPK umumnya dibentuk oleh perusahaan-perusahaan yang berskala besar. Biasanya, di dalam DPPK terdapat dua jenis program, yaitu Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).
 
PPMP adalah program yang memberikan manfaat kepada penerima pensiun dengan menggunakan perhitungan tertentu, misalnya seperti hitungan gaji terakhir, pangkat (golongan), dan masa kerja. Sementara itu, PPIP adalah iuran sejumlah dana yang diserahkan kepada pengelola di perusahaan tempat bekerja.

2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Produk dana pensiun DPLK adalah program yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa dan disahkan Menteri Keuangan untuk menyelenggarakan PPIP.
Besaran iuran PPIP nantinya berasal dari potongan gaji karyawan dan kontribusi perusahaan. Iuran PPIP yang terkumpul tersebut akan diinvestasikan sehingga hasilnya bisa ditambahkan ke dana peserta.

3. Jaminan Hari Tua (JHT)

Jaminan Hari Tua (JHT) adalah program yang menerapkan sistem tabungan pensiun bersifat wajib (iurannya harus dibayarkan tiap bulan) dalam jangka panjang sampai memasuki masa pensiun.
Umumnya, peserta JHT yang bekerja di perusahaan akan diurus oleh pihak di tempatnya bekerja. Sementara pekerja mandiri dapat melakukan pengurusan JHT melalui bantuan wadah pengurus atau secara berkelompok.

4. Dana Pensiun Syariah

Jenis produk dana pensiun lainnya adalah Dana Pensiun Syariah. Dana pensiun syariah dikelola oleh suatu badan hukum dengan tujuan untuk memberikan manfaat pensiun berdasarkan prinsip syariah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pada dasarnya, produk ini terdiri dari program layaknya dana pensiun konvensional, yaitu DPPK, DPLK, dan Dana Pensiun Berdasarkan Keuntungan (iuran hanya diberikan oleh pemberi kerja). Namun, dalam prinsip pelaksanaannya dana pensiun syariah menggunakan ketentuan yang berbeda, misalnya untuk iuran, hasil investasi, hingga manfaat pensiun.
 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(ANN)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Pertama Kali Diinisiasi, LPDP Beri Beasiswa 280 Mahasiswa Asing Kuliah di UIII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *