Cerita Lengkap Penanganan Kasus Dugaan Pemerasan Pimpinan KPK kepada Mentan

Berita, Teknologi578 Dilihat


Jakarta: Polisi membeberkan cerita lengkap proses penanganan kasus dugaan pemerasan kepada Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan kasus itu pertama kali masuk pada 12 Agustus 2023.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Sari Simanjuntak mengatakan pihaknya menerbitkan surat perintah atas laporan itu pada 15 Agustus 2023. Kemudian, surat perintah penyelidikan terbit pada 21 Agustus 2023.

“Sehingga kemudian tim penyelidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan serangkaian upaya penyelidikan untuk menemukan apakah ada peristiwa pidana yang terjadi dari dugaan tindak pidana yang dimaksud,” tutur Ade di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 5 Oktober 2023.

Serangkaian klarifikasi atau permintaan keterangan kepada beberapa pihak dilakukan mulai 24 Agustus sampai 3 Oktober 2023.
 


Polda Metro Jaya belum membeberkan kronologi dugaan pemerasan yang terjadi. Sebab, penyelidikan masih berlangsung.

Ia mengungkapkan total ada enam saksi yang sudah dimintai keterangan. Salah satunya, Mentan Syahrul. “Beliau (Syahrul Yasin) telah dimintai klarifikasi sebanyak tiga kali dan hari ini yang ke-3 kalinya beliau dimintai keterangan atas dugaan tindak pidana yang terjadi,” ungkapnya.

Ade tidak membeberkan identitas lima saksi lainnya. Namun, dia menyebut beberapa saksi lain yakni sopir dan ajudan Mentan Syahrul Yasin Limpo. Sementara itu, sosok yang melayangkan pengaduan masyarakat (dumas) dalam kasus dugaan pemerasan tidak disebutkan.

“Kami menjaga kerahasiaan pelapor ini untuk kepentingan perlindungan dan efektivitas penyelidikan,” ujar Ade.

Jakarta: Polisi membeberkan cerita lengkap proses penanganan kasus dugaan pemerasan kepada Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan kasus itu pertama kali masuk pada 12 Agustus 2023.
 
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Sari Simanjuntak mengatakan pihaknya menerbitkan surat perintah atas laporan itu pada 15 Agustus 2023. Kemudian, surat perintah penyelidikan terbit pada 21 Agustus 2023.
 
“Sehingga kemudian tim penyelidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan serangkaian upaya penyelidikan untuk menemukan apakah ada peristiwa pidana yang terjadi dari dugaan tindak pidana yang dimaksud,” tutur Ade di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 5 Oktober 2023.

Baca Juga  BNI Kerja Sama dengan Bank Korea dan Jepang, Ini Tujuannya



Serangkaian klarifikasi atau permintaan keterangan kepada beberapa pihak dilakukan mulai 24 Agustus sampai 3 Oktober 2023.
 

Polda Metro Jaya belum membeberkan kronologi dugaan pemerasan yang terjadi. Sebab, penyelidikan masih berlangsung.
 
Ia mengungkapkan total ada enam saksi yang sudah dimintai keterangan. Salah satunya, Mentan Syahrul. “Beliau (Syahrul Yasin) telah dimintai klarifikasi sebanyak tiga kali dan hari ini yang ke-3 kalinya beliau dimintai keterangan atas dugaan tindak pidana yang terjadi,” ungkapnya.
 
Ade tidak membeberkan identitas lima saksi lainnya. Namun, dia menyebut beberapa saksi lain yakni sopir dan ajudan Mentan Syahrul Yasin Limpo. Sementara itu, sosok yang melayangkan pengaduan masyarakat (dumas) dalam kasus dugaan pemerasan tidak disebutkan.
 
“Kami menjaga kerahasiaan pelapor ini untuk kepentingan perlindungan dan efektivitas penyelidikan,” ujar Ade.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(AGA)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *