CEO Bank Raksasa AS Bertitah, Sebut The Fed Salah Besar

Berita, Teknologi150 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – CEO bank raksasa JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memperingatkan tentang bahaya mengunci prospek perekonomian, Selasa (24/10/2023). Ini terkait dengan jejak manuver bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

Dalam diskusi panel pada pertemuan puncak Inisiatif Investasi Masa Depan di Riyadh, Arab Saudi, Dimon memperingatkan bahwa berbagai faktor yang terjadi saat ini membuat segalanya menjadi lebih sulit.

“Bersiaplah menghadapi berbagai kemungkinan dan probabilitas, bukan hanya satu tindakan saja, karena saya belum pernah melihat orang yang melakukan hal tersebut,” kata Dimon di forum itu dikutip CNBC International, dikutip Rabu (25/10/2023).

“Saya ingin menunjukkan bahwa bank sentral 18 bulan lalu 100% salah. Saya akan sangat berhati-hati tentang apa yang mungkin terjadi tahun depan,” tegasnya lagi.

Komentar tersebut mengacu pada prospek The Fed pada awal tahun 2022 dan sebagian besar tahun sebelumnya. Saat itu, pejabat The Fed bersikeras bahwa lonjakan inflasi hanya bersifat “sementara”.

Pejabat The Fed, menurut proyeksi bulan Maret 2022, secara kolektif memperkirakan suku bunga utama mereka akan naik menjadi hanya 2,8% pada akhir tahun 2023. Namun saat ini, suku bunga utama berada di level 5,25% dan inflasi inti sebesar 2,8%, 1,1 poin persentase di bawah level saat ini.

Sebagian besar analis di Wall Street fokus pada apakah The Fed akan memberlakukan kenaikan suku bunga seperempat poin persentase lagi sebelum akhir tahun 2023. Namun Dimon berkata, “tidak ada bedanya apakah suku bunga naik 25 basis poin atau tidak. Lebih, seperti nol, tidak ada”.

Dalam peringatan lainnya baru-baru ini, Dimon pun me-warning kemungkinan skenario di mana suku bunga The Fed bisa melampaui 7%. Menurutnya, saat ini mungkin merupakan saat paling berbahaya yang pernah terjadi di dunia dalam beberapa dekade.

Baca Juga  Minim Sentimen Pasar, Bursa Asia Dibuka Variatif

“Jika seluruh kurva naik 100 basis poin, saya akan siap menghadapinya,” ujarnya.

“Saya tidak tahu apakah ini akan terjadi, tapi saya melihat apa yang kita lihat saat ini, lebih seperti tahun 70an, banyak pengeluaran, banyak yang terbuang percuma,” tambahnya lagi.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


JPMorgan Ramal Pasar RI Bisa Cuan Melimpah, Ini Penyebabnya

(sef/sef)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *