Catat, Ya! Ini 5 Langkah Melakukan Pencegahan dan Pengelolaan Hipertensi

Berita, Teknologi548 Dilihat
Jakarta: Hipertensi, atau dikenal juga dengan istilah tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis yang umum dijumpai di masyarakat, tetapi sering kali tidak disadari oleh pengidapnya. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berisiko menimbulkan masalah terhadap kesehatan.

Hipertensi adalah kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri tubuh meningkat secara persisten. Sementara itu, tekanan darah merupakan kekuatan yang diberikan oleh darah saat mengalir melalui arteri.

 

Sebanyak apa pengidap hipertensi?

Menurut data dari World Health Organization (WHO), pada 2019, lebih dari 1,13 miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi. Prevalensi ini cenderung meningkat seiring dengan pertambahan usia dan gaya hidup yang tidak sehat.

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada 2018, sekitar 34,1 persen penduduk dewasa Indonesia menderita hipertensi (Riskesdas 2018). Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga populasi Indonesia berpotensi terkena risiko komplikasi serius akibat hipertensi, jika tidak diatasi dengan baik.

Hipertensi sering disebut sebagai “Silent Killer” karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas pada penderitanya. Namun, berisiko menyebabkan masalah serius pada pembuluh darah dan organ penting tubuh, seperti jantung, otak, mata, ginjal, dan organ tubuh lainnya jika tidak ditangani dalam jangka panjang.



(Dr. Wirawan Hambali, Sp. P. D., FINASIM selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah. Foto: Dok. Istimewa)

 

Bagaimana cara mengetahui hipertensi?

Berdasarkan panduan American College of Cardiology/American Heart Association tahun 2017, hipertensi dapat didiagnosis apabila tekanan darah menetap tinggi lebih dari satu kali pengukuran, yaitu jika menetap lebih dari sama dengan 130/80 mmHg. 

Menurut dr. Wirawan Hambali, Sp. P. D., FINASIM selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah, pengukuran tekanan darah harus mengikuti kaidah berikut:

Baca Juga  Pembiayaan Baru BFIN Tembus Rp14,5 T, Kredit Ini Paling Laku

  • – Tidak sambil berbicara
  • – Kandung kemih kosong
  • – Menggunakan ukuran manset yang tepat
  • – Telapak tangan tidak mengepal 
  • – Lengan sejajar dengan jantung. Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan baik dalam posisi duduk, maupun berbaring, selama lengan yang diukur berada dalam posisi sejajar dengan jantung
  • – Tungkai/kaki tidak menyilang
  • – Tubuh dan kaki dalam topangan yang cukup

 

Bagaimana pencegahan dan pengelolaan hipertensi?

Pencegahan dan pengelolaan hipertensi sangat penting. Hal ini berguna untuk menghindari komplikasi yang lebih serius seperti serangan jantung, stroke, atau kerusakan organ lainnya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengelola hipertensi antara lain:

 

1. Perubahan gaya hidup

Menerapkan pola makan sehat, mengurangi konsumsi garam, meningkatkan aktivitas fisik, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol. 
 

2. Terapi pengobatan

Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah jika perubahan gaya hidup tidak cukup efektif membantu. Ada baiknya obat rutin yang sudah diresepkan dokter diminum secara teratur untuk membantu kerja organ tubuh dalam menurunkan tekanan darah. 

Obat rutin yang sudah diresepkan oleh dokter tidak akan membuat ginjal rusak, karena dosisnya sudah disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Sebaliknya, resep obat rutin yang tidak dikonsumsi dengan baik, justru dapat memperberat kerja organ ginjal

 

3. Pemantauan rutin

Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur, bahkan jika kamu merasa sehat. Hal ini penting untuk memantau kemajuan dan memastikan bahwa pengobatan berjalan dengan baik.
 

4. Konsultasi medis

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam jika memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi atau faktor risiko lain. Karena sebenarnya bisa meningkatkan peluang berkembangnya kondisi ini.
 

5. Edukasi diri

Perkaya pengetahuan mengenai berbagai informasi terkait hipertensi dan cara mengelolanya. Hal ini dapat membantu dalam menentukan langkah-langkah yang lebih baik untuk menjaga kesehatan.

(TIN)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *