Breaking! Rupiah Panas Dingin, Dolar AS Meluncur ke Rp15.940

Berita, Teknologi159 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah kembali ambruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di awal sesi perdagangan hari ini (26/10/2023) diikuti dengan penguatan indeks dolar AS (DXY).

Dilansir dari Refinitiv, rupiah menembus level psikologis Rp15.900/US$ dan bahkan di tengah perdagangan sempat menyentuh angka Rp15.940/US$ atau melemah 0,47%. Posisi rupiah saat ini merupakan yang terlemah sejak 8 April 2020 atau sekitar 3,5 tahun terakhir.

Sedangkan indeks dolar AS (DXY) pada hari ini juga mengalami penguatan 0,19% ke angka 106,72 yang juga melanjutkan tren penguatan selama tiga hari beruntun.



Di sisa perdagangan hari ini, rupiah masih sulit untuk menguat. Hal itu terlihat dari pergerakan rupiah di pasar non-deliverable forward (NDF) yang lebih lemah siang ini ketimbang beberapa saat sebelum pembukaan perdagangan pagi tadi.

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Tercatat NDF rupiah telah menyentuh angka Rp16.010/US$ untuk periode enam bulan dan bahkan untuk periode satu tahun sudah menyentuh level psikologis yang lebih tinggi yakni Rp16.114/US$.

Depresiasi rupiah ini tak lepas dari fenomena tingginya imbal hasil US Treasury khususnya untuk tenor 10 tahun bahkan sempat menyentuh angka 5% yang mana merupakan posisi tertinggi sejak 2007.

Tingginya imbal hasil yang ditawarkan membuat investor berbondong-bondong membeli obligasi pemerintah AS. Begitu juga investor yang sudah menempatkan modalnya di negara berkembang.

“Ini menjadi sangat tidak predictable sangat volatile dan ini menyebabkan gejolak tidak hanya AS tapi seluruh dunia karena banyak negara investor beli surat berharga AS,” terang Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca Juga  Janji Anies ke Generasi Sandwich Kalau Jadi Presiden

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Dolar AS Diprediksi Terus Menguat Sampai Akhir Tahun

(rev/rev)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *