Bos BBRI Blak-blakan Soal Harga Saham, Ini Katanya

Berita, Teknologi142 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) pekan lalu dalam tren pelemahan. RTI Business mencatat saham BRI turun 7,59% dalam tiga bulan terakhir.

Pelemahan ini terjadi di saat bank itu berhasil mencatatkan kinerja yang positif. Dalam 10 hari terakhir, saham bank pelat merah itu telah terkoreksi 12,43%. Bahkan, pada perdagangan Kamis (19/10/2023), saham BBRI sempat ditutup di posisi 5.000 per saham.

Menanggapi hal ini, Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. menyampaikan bahwa pergerakan harga saham baik di pasar modal Indonesia maupun luar negeri dipengaruhi oleh kondisi eksternal perusahaan.

Dalam hal ini, salah satu pengaruhnya adalah suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve yang masih akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama atau higher for longer.

Perempuan yang akrab disapa Vivi itu menyebut hal itu mengakibatkan kenaikan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield. Tentunya, kata dia, itu berpengaruh pada penguatan dolar dan memicu pelemahan pada pasar saham global termasuk Indonesia.

“Nah, BRI memang secara postur balance sheet-nya itu liability sensitive. Artinya pada kondisi perekonomian di mana interest rate-nya itu tinggi, biasanya memang kinerja BRI itu lebih terkena pressure dibandingkan dengan perbankan yang lain,” jelas Vivi.

Meskipun begitu, ia mengatakan pihaknya percaya bahwa BRI memiliki kinerja fundamental yang kuat. Ini terbukti bank telah tumbuh berkelanjutan selama puluhan tahun.

“Ini yang menimbulkan optimisme bahwa BRI akan tetap bertumbuh, despite kondisi perekonomian yang ada saat ini,” kata Vivi.

Ia mengatakan harga saham BBRI diharapkan dapat kembali naik ke harganya yang “wajar”.

Baca Juga  Bos JPMorgan Tolak Bitcoin, Pasar Kripto Melemah

Terpantau, saham BBRI ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu (25/10/2023) setelah perusahaan melaporkan kinerja positif kuartal III/2023. BBRI pada akhir perdagangan hari ini terapresiasi 1,47% ke harga 5.175 per saham.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


BRI Salurkan Kredit Rp 1.202,13 T Pada Semester I 2023

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *