BNN Musnahkan 16 Ribu Pohon Ganja di Aceh Utara

Berita, Teknologi188 Dilihat

Aceh: Badan Narkotika Nasional (BNN), kembali melakukan pemusnahan lahan ganja seluas empat hektare, dari dua lokasi di kawasan Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Rabu, 4 Oktober 2023.

Pada pemusnahan kali ini petugas gabungan yang di pimpin BNN, harus melintasi kawasan ekstrim, lantaran lahan yang di tanami ganja itu berada di lembah, dengan kemiringan tebing mencapai 45 derajat dan berlumpur di dua lokasi.

Lokasi pertama ditemukan pada lahan diketinggian 223 MDPL dengan luas 2 Hektare, di Dusun Alue le Mudek, Desa Teupin Rusep. Sementara lokasi ke dua berada di lahan diketinggian 120 MDPL dengan luas 2 Hektare juga, di Dusun Cot Rawatu, Desa Jurong Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Brigjen Pol. Heri Istu Hariono, Dir Psikotropika BNN, penanggung jawab dalam kegiatan pemusnahan lahan ganja, di Kecamatan Sawang mengatakan, temuan ini merupakan hasil Kerjasama tim BNN, dari kegiatan monitoring lahan tanaman narkotika yang dilaksanakan secara bersinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Informasi Geospasial (BIG).

Dari hasil monitoring tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan oleh tim di lapangan. Total sebanyak 16.000 pohon ganja, dan berat basah mencapai delapan ton, dengan ketinggian tanaman berkisar antara 50 hingga 300 centimeter berhasil dimusnahkan, dengan cara di cabut dan langsung di bakar ditempat.

Dengan melibatkan 122 personel tim gabungan, yang terdiri dari BNN Pusat, BNNK Lhokseumawe, TNI-Polri, Satpol PP, Kejaksaan Negeri, dan Bea dan Cukai, serta Dinas Pertanian.

Tak hanya memusnahkan tanaman ganja yang siap panen, petugas gabungan juga memusnahkan bibit tanaman ganja yang baru di semai dalam seribu polybag, dimana tiap polybagnya ada 3 sampai 5 bibit ganja yang baru tumbuh.

Baca Juga  Asing Diam-diam Koleksi 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

Untuk diketahui, pemusnahan terhadap lahan ganja di Desa Teupin Rusep dan Desa Jurong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara tersebut dilaksanakan sesuai dengan amanat Pasal 92 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, terkait pemusnahan tanaman narkotika.

Bagi pelaku penanam ganja dapat dikenakan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima), sebagaimana diatur dalam pasal 111 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. MetroTV/Slamet Abdullah

(CDE)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *