Begini Cara Memajukan UMKM Daerah Lewat Program Pelatihan Pengusaha Muda

Berita, Teknologi566 Dilihat

Jakarta: Standard Chartered Indonesia bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menggelar Business Meet Up Event (pertemuan bisnis) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bertujuan untuk memastikan akses bisnis setara bagi kaum muda di Kupang.
 
“Salah satu dukungan yang paling penting bagi pelaku usaha muda adalah akses menuju pasar. Maka, Plan Indonesia selalu berupaya agar kesempatan ini terbuka bagi setiap peserta program ketenagakerjaan dan kewirausahaan kaum muda, termasuk peserta Futuremakers,” ucap Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti dalam siaran persnya, Kamis, 5 Oktober 2023.
 
Upaya ini pun sejalan dengan potensi kriya yang ada di Kupang. Pada 2022, BPS Kupang mencatat, nilai investasi industri kriya (gabus, barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya) di Kupang mencapai Rp 43 miliar.



Sementara, menurut Sakernas 2022, terdapat angkatan kerja sebesar 224.422 orang atau 61,33 persen di Kota Kupang, dengan 56,08 persen di antaranya berstatus bekerja dan 5,25 persen mencari pekerjaan.
 
Langkah ini juga mendapat apresiasi dari Pemprov NTT. Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L. Kalake mengatakan, Futuremakers dan pertemuan bisnis tersebut membuka kesempatan ekonomi baru bagi para peserta.
 
“Pemerintah mengapresiasi para kaum muda Kupang yang telah berjuang mengasah kemampuan mereka melalui pertemuan bisnis ini. Upaya Standard Chartered Indonesia dan Plan Indonesia ini juga mengingatkan kita semua, bahwa kita perlu memberikan dukungan yang lebih optimal agar para pengusaha muda bisa bersaing setara di pasar,” kata Ayodhia.
 

 


Sementara, Head of Corporate Affairs, Brand & Marketing, Indonesia & ASEAN Markets (AU, BN, PH) Standard Chartered Diana Mudadalam mengungkapkan kegiatan ini menjadi bukti nyata pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang dilaksanakan selama setahun terakhir bersama Plan Indonesia.
 
“Kami memberikan apresiasi kepada para peserta Futuremakers by Standard Chartered yang telah berhasil belajar dan saat ini memiliki kemampuan dalam berkarya membuat kriya dan menjual usahanya. Kami berharap ini bisa menjadi awal yang baik untuk meningkatkan akses menuju peningkatan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi muda khususnya di Kupang,” ujar Diana.
 
Diana menambahkan, program Futuremakers by Standard Chartered merupakan inisiatif global yang diluncurkan pada 2019 sebagai bentuk kepedulian Bank terhadap komunitas sekitar lokasi operasionalnya. Melalui pilar kewirausahaan yang merupakan bagian dari program Futuremakers, Standard Chartered bekerja sama dengan Plan Indonesia, untuk menyelenggarakan pelatihan UMKM Kriya untuk proyek kewirausahaan di NTT pada 2022.
 
Program ini bertujuan mendukung peningkatan kondisi ekonomi kaum muda di era pascapandemi covid-19, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, di wilayah tersebut. Program senilai USD300 ribu (setara Rp4,3 miliar) ini didanai oleh Standard Chartered Foundation, dengan target mendukung sebanyak 400 peserta kaum muda, termasuk 240 orang perempuan dan 100 penyandang disabilitas, melalui pelatihan keahlian kerja dan pendampingan bisnis mikro.
 
“Selain program ini Futuremakers by Standard Chartered juga menjalankan beberapa program pelatihan lain di Indonesia yang bertujuan untuk mendukung kaum muda dan perempuan untuk meningkatkan pendidikan, kemandirian dan tingkat hidup mereka,” tutup Diana.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

Baca Juga  Bos Astra (ASII) Buka Suara Terkait Skandal Uji Keselamatan Daihatsu

(HUS)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *