Artificial Intelligence Dinilai Membuat Konten Hoaks Makin Canggih

Berita, Teknologi659 Dilihat


Jakarta: Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyoroti konten hoaks video Presiden Joko Widodo (Jokowi) fasih berbahasa Mandarin yang difabrikasi oleh deepfake technology. Denny menilai itu awal dari video palsu yang akan beredar dan publik sulit membedakan antara video asli dan palsu.

Hal itu disampaikan Denny JA saat memberikan kuliah umum di depan mahasiswa Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bertema ‘Siapa Presiden Indonesia Berikutnya? Memahami Pilpres 2024 Melalui Prinsip Marketing Politik’ di kantor LSI Denny JA, Jakarta.

“Menurut riset yang dilakukan, publik awam banyak yang tidak bisa membedakan mana video asli dan mana video yang palsu, karena mereka menggunakan suara yang sama, wajah dan muka mimik yang sama dengan tokoh tersebut. Yang diubah hanyalah gerak bibir dan pesan yang dipalsukan,” kata Denny JA, Jakarta, Sabtu, 28 Oktober 2023.

Dia menilai artificial intelligence (AI) membuat hoaks semakin canggih dan makin mengelabui. Dia memberikan tips agar publik terhindar dari hoaks.

“Selalu hanya berpegang dan menyebarkan berita dari sumber media yang kredibel. Umumnya media-media besar yang punya reputasi panjang. Mereka lebih memiliki filter dalam membedakan mana fenomena yang hoaks dan mana yang fakta,” kata dia. 

Menurut dia, publik perlu perbanyak sumber-sumber cek fakta. Setiap media besar dan pemerintah sudah sewajarnya memiliki rubrik cek fakta, yang semakin lama makin aktif ikut menyaring berita-berita hot dan viral di publik.

“Umumnya hoaks beredar di kalangan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Selayaknya para penanggung jawab platform-platform tersebut juga mencari cara kerja sama dengan lembaga cek fakta untuk ikut menyaring hoaks,” ujar Denny.
 


Kuliah umum ini dikerjakan LSI Denny JA dengan Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) dan Kuncie sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Executive Education: Mini MBA Political Marketing.

Selain topik mengenai AI, Denny JA membaca isu-isu penting pilpres ini dalam kerangka teori yang diciptakan dan ditulis sendiri dalam bukunya yang berjudul, ‘Membangun Legacy, 10 P untuk Marketing Politik: Teori dan Praktik’.

Jakarta: Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyoroti konten hoaks video Presiden Joko Widodo (Jokowi) fasih berbahasa Mandarin yang difabrikasi oleh deepfake technology. Denny menilai itu awal dari video palsu yang akan beredar dan publik sulit membedakan antara video asli dan palsu.
 
Hal itu disampaikan Denny JA saat memberikan kuliah umum di depan mahasiswa Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bertema ‘Siapa Presiden Indonesia Berikutnya? Memahami Pilpres 2024 Melalui Prinsip Marketing Politik’ di kantor LSI Denny JA, Jakarta.
 
“Menurut riset yang dilakukan, publik awam banyak yang tidak bisa membedakan mana video asli dan mana video yang palsu, karena mereka menggunakan suara yang sama, wajah dan muka mimik yang sama dengan tokoh tersebut. Yang diubah hanyalah gerak bibir dan pesan yang dipalsukan,” kata Denny JA, Jakarta, Sabtu, 28 Oktober 2023.

Baca Juga  Saham BBRI Sentuh Rekor Tertinggi Baru, 2 Bulan Naik 20%



Dia menilai artificial intelligence (AI) membuat hoaks semakin canggih dan makin mengelabui. Dia memberikan tips agar publik terhindar dari hoaks.
 
“Selalu hanya berpegang dan menyebarkan berita dari sumber media yang kredibel. Umumnya media-media besar yang punya reputasi panjang. Mereka lebih memiliki filter dalam membedakan mana fenomena yang hoaks dan mana yang fakta,” kata dia. 
 
Menurut dia, publik perlu perbanyak sumber-sumber cek fakta. Setiap media besar dan pemerintah sudah sewajarnya memiliki rubrik cek fakta, yang semakin lama makin aktif ikut menyaring berita-berita hot dan viral di publik.
 
“Umumnya hoaks beredar di kalangan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Selayaknya para penanggung jawab platform-platform tersebut juga mencari cara kerja sama dengan lembaga cek fakta untuk ikut menyaring hoaks,” ujar Denny.
 

Kuliah umum ini dikerjakan LSI Denny JA dengan Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) dan Kuncie sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Executive Education: Mini MBA Political Marketing.
 
Selain topik mengenai AI, Denny JA membaca isu-isu penting pilpres ini dalam kerangka teori yang diciptakan dan ditulis sendiri dalam bukunya yang berjudul, ‘Membangun Legacy, 10 P untuk Marketing Politik: Teori dan Praktik’.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(AZF)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *