Anak Difabel Rentan Hadapi Masalah Akademik hingga Akses Layanan Kesehatan

Berita, Teknologi701 Dilihat

Jakarta:  Data Kemenko PMK pada Juni 2022 menunjukkan, ada 2.197.833 anak penyandang disabilitas pada rentang usia 5-19 tahun di Indonesia.  Anak-anak ini kerap menghadapi masalah akademik, keluarga, keuangan, hingga akses pelayanan kesehatan.
 
Psikolog dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset, dan Teknologi, Tri Puspitarini, mengungkapkan, anak-anak ini sering menghadapi berbagai masalah. Termasuk masalah akademik, konsep diri negatif, masalah keluarga dan keuangan, masalah komunikasi dan pergaulan, serta masalah akses pelayanan kesehatan.
 
Untuk itu, Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa (YBKB) mengadakan kegiatan SMILE (Semua Miliki Kelebihan) di Yayasan Disabilitas Kreatif Indonesia (YDKI).  Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat kepedulian adik yatim binaan terhadap anak-anak difabel dan meningkatkan rasa percaya dirinya.

Konsep diri negatif menjadi salah satu masalah utama yang sering luput dari perhatian. Stigma negatif masyarakat terhadap penyandang disabilitas masih sangat kental.
 
Namun di sisi lain, banyak contoh inspiratif dari penyandang disabilitas yang telah meraih prestasi tinggi, seperti CEO GE Indonesia, Handry Satriago, Surya Sahetapy, dosen di Rochester Institute of Technology (RIT), New York; dan penyanyi Putri Ariani.
 
“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki keunikan dan potensinya masing-masing. Dengan SMILE, kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa anak-anak difabel juga memiliki kelebihan yang patut untuk dihargai. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari banyak interaksi yang membangun kepercayaan diri dan mempererat tali kebersamaan di antara mereka.” ungkap Dirut LAZ BKB, Heris Bhimocahyoadhi dalam siaran persnya, di Jakarta, Minggu, 1 Oktober 2023.
 
Dengan tagline “Bangunkan Jiwa, Cerdaskan Bangsa”, YBKB berkomitmen untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan peduli. Melalui kegiatan SMILE, YBKB mengajak 50 adik-adik yatim binaan untuk berbagi senyum dan santunan kepada 100 teman-teman difabel di Yayasan Disabilitas Kreatif Indonesia.
 
Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi sarana untuk menambah wawasan dan kreativitas bagi adik-adik yatim binaan dan adik-adik difabel.
 
Sementara itu Ketua YDKI Osmiyati Afarindra N mengapresiasi langkah yang diambil oleh YBKB melalui program SMILE. “Adanya kegiatan ini bukan hanya membantu secara materi, namun lebih dari itu, menumbuhkan rasa percaya diri dan keterlibatan sosial bagi anak-anak difabel kita. Semoga kegiatan semacam ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus mendukung keberagaman dan inklusivitas di Indonesia,” terang Osmiyati.
 
Kuliah di kampus favorit dengan beasiswa full kini bukan lagi mimpi, karena ada 426 Beasiswa Full dari 21 Kampus yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Info lebih lanjut klik, osc.medcom.id.
 

Baca Juga  Ini Cara IKN Maksimalkan Urban Mobility Perkotaan untuk Transportasi

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(CEU)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *