Anak Alvaro Diduga Korban Malpraktik di Bekasi Meninggal

Berita, Teknologi117 Dilihat


Bekasi: Alvaro, 7, seorang anak di Kota Bekasi, Jawa Barat, tutup usia usai diduga menjadi korban malpraktik di Rumah Sakit Kartika Husada, Jatiasih. Dia meninggal usai koma selama 13 hari di rumah sakit tersebut.

Perwakilan Keluarga Alvaro, Frans Sinaga, mengatakan Alvaro meninggal pada pukul 18.45 WIB. “Tadi jam 18.45 WIB Alvaro dipanggil Tuhan, yang selama ini koma sekitar 13 hari di rumah sakit ini,” kata Frans di RS Kartika Husada, Senin, 2 Oktober 2023.
 


Dirinya menerangkan pihak rumah sakit sempat mengambil tindakan picu jantung pada pukul 18.00 WIB. Namun, kondisi Alvaro tidak tertolong.

Frans menyatakan nantinya proses pemakaman akan menjadi tanggung jawab rumah sakit. Hal itu, kata dia, telah direspon manajemen rumah sakit dengan menyanggupinya.

Ke depannya pihak keluarga akan menentukan langkah yang akan diambil atas meninggalnya anak Alvaro.
Diduga Malpraktik
Frans menceritakan dugaan malpraktik kepada kemenakannya di rumah sakit tersebut. Di mana, peristiwa bermula ketika Alvaro sakit dan dibawa untuk penanganan di Puskesmas Jatisari.

Kemudian pasien dirujuk ke RS Bakti Husada dan divonis amandel lalu dilakukan tindakan operasi.

Setelah operasi amandel, Alvaro kemudian disebut memiliki gangguan pernafasan, kejang-kejang dan dipindah ke ruang ICU.

“Anak ini masuk rumah skit amandel, setelah keluar operasi, kejang-kejang, masuk ruang ICU, lalu alasannya ditidurkan,” bebernya.

Setelah 4 hari, pihak keluarga baru mendapatkan informasi jika ternyata Alvaro mengalami mati batang otak.

Pihak keluarga pun melayangkan somasi ke pihak rumah sakit terkait dengan hal tersebut.

Hingga berita ini dikirim,Medcom.id telah menghubungi pihak rumah sakit dan masih menunggu respon untuk mengkonfirmasi hal tersebut. 

 

Bekasi: Alvaro, 7, seorang anak di Kota Bekasi, Jawa Barat, tutup usia usai diduga menjadi korban malpraktik di Rumah Sakit Kartika Husada, Jatiasih. Dia meninggal usai koma selama 13 hari di rumah sakit tersebut.
 
Perwakilan Keluarga Alvaro, Frans Sinaga, mengatakan Alvaro meninggal pada pukul 18.45 WIB. “Tadi jam 18.45 WIB Alvaro dipanggil Tuhan, yang selama ini koma sekitar 13 hari di rumah sakit ini,” kata Frans di RS Kartika Husada, Senin, 2 Oktober 2023.
 

Baca Juga  Emiten Data Center Mau IPO, Cek Fundamental Areanya!

Dirinya menerangkan pihak rumah sakit sempat mengambil tindakan picu jantung pada pukul 18.00 WIB. Namun, kondisi Alvaro tidak tertolong.
 
Frans menyatakan nantinya proses pemakaman akan menjadi tanggung jawab rumah sakit. Hal itu, kata dia, telah direspon manajemen rumah sakit dengan menyanggupinya.



Ke depannya pihak keluarga akan menentukan langkah yang akan diambil atas meninggalnya anak Alvaro.

Diduga Malpraktik

Frans menceritakan dugaan malpraktik kepada kemenakannya di rumah sakit tersebut. Di mana, peristiwa bermula ketika Alvaro sakit dan dibawa untuk penanganan di Puskesmas Jatisari.
 
Kemudian pasien dirujuk ke RS Bakti Husada dan divonis amandel lalu dilakukan tindakan operasi.
 
Setelah operasi amandel, Alvaro kemudian disebut memiliki gangguan pernafasan, kejang-kejang dan dipindah ke ruang ICU.
 
“Anak ini masuk rumah skit amandel, setelah keluar operasi, kejang-kejang, masuk ruang ICU, lalu alasannya ditidurkan,” bebernya.
 
Setelah 4 hari, pihak keluarga baru mendapatkan informasi jika ternyata Alvaro mengalami mati batang otak.
 
Pihak keluarga pun melayangkan somasi ke pihak rumah sakit terkait dengan hal tersebut.
 
Hingga berita ini dikirim,Medcom.id telah menghubungi pihak rumah sakit dan masih menunggu respon untuk mengkonfirmasi hal tersebut. 
 
 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(DEN)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *