Ahli Berbagi Tips untuk Hindari Kebotakan bagi Para Hijabers

Berita, Teknologi650 Dilihat

Jakarta: Ladies, pernah tidak melihat rambutmu mengalami kerontokan hingga kebotakan sedikit demi sedikit? Kamu perlu waspada, nih! Khususnya yang sedang mengenakan hijab. Kira-kira kenapa, ya?

Menurut Dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dr.Mohammad Yoga Adi Waskito, Sp.D.V.E, orang yang mengenakan hijab cenderung berisiko mengalami kebotakan.

Hal ini dikarenakan kebiasaan, mulai dari mengikat rambut hingga permasalahan ciput (dalaman hijab). Dr. Yoga pun mengatakan bahwa bagi yang mengenakan hijab, memang cenderung tak menyadari mereka mengalami frictional alopecia atau kerontokan rambut yang bisa sampai botak.

Secara medis, frictional alopecia terjadi karena seorang individu mengalami kerontokan akibat kebiasaan menggosok rambut, folikel, maupun folikel rambut di sekitar kulit kepala. Jadi, kerontokan tersebut akan terus menerus dan bisa mengalami kebotakan yang serius.

Ladies, tentunya kamu tidak ingin mengalami hal ini! Tenang saja, dr. Yoga membagikan tips mudah agar kamu terhindar dari kebotakan dan tetap nyaman saat mengenakan hijab. Berikut tips untuk menghindari kerontokan hingga kebotakan:

 

1. Tidak mengikat rambut dan memasang ciput terlalu kencang

Ladies, bagi kamu yang memiliki rambut panjang, sebaiknya mulai tidak mengikat rambut terlalu kencang, ya! Karena menurut dr. Yoga, kebiasaan mengikat rambut kencang akan membuat rambut tertarik dan menjadi rontok.

“Nah ini, tidak boleh terlalu ketat ya pasang ciputnya atau mengikat rambutnya. Karena adanya tarikan yang terus menerus itu tanpa disadari,” kata dr. Yoga saat ditemui di Jakarta, Rabu, 6 September 2023.

“(Hal ini) membuat rambut cepat rontok dan akhirnya lambat laun menarik garis rambut yang normal ke belakang dan akhirnya menyebabkan kebotakan,” lanjutnya.

Baca Juga  Intip Manisnya Bisnis Minuman Kekinian

Selain itu, ini juga berlaku kepada penggunaan pemasangan ciput atau dalaman hijab. Karena ikatan dan tarikan rambut agar tidak terlihat, sehingga tak memerhatikan kondisi rambut yang bisa saja rontok.

 

2. Pemilihan bahan kain hijab

Menurut dr. Yoga, mengenakan hijab memang membuat rambut tak mendapatkan angin yang leluasa. Hal ini dapat membuat kulit kepala menjadi berminyak dan cenderung merusak rambut.

Namun, ini bukan berarti kamu harus melepas hijabmu, ya, Ladies! Tentunya kamu harus tahu bahan-bahan yang memang cocok untuk rambutmu. Pilih bahan yang memiliki pori-porinya besar agar tetap mendapatkan celah angin.

“Rambut itu tetap perlu adanya ventilasi, sehingga untuk yang berhijab pilihlah bahan yang pori-porinya besar dan adem seperti katun sehingga kulit kepalanya masih bisa ‘bernafas’,” paparnya.

 

3. Mengistirahatkan rambut

Ladies, ketika kamu sendiri atau bersama para teman wanita yang membuatmu nyaman, jangan lupa untuk melepaskan hijabmu, ya! Jadi, rambut akan tetap mendapatkan ‘napas’ setelah mendapatkan tekanan dari bahan yang dikenakan pada hijab.

Selain untuk memberikan ‘napas’, ini juga akan membantu rambutmu untuk mengeringkan diri dari produksi minyak di kulit kepala yang cenderung berlebih.

 

4. Tetap mencuci rambut

Jika dirasa rambutmu tidak enak, segera lakukan keramas, ya! Karena ini akan membantumu untuk menjaga rambut tetap sehat. Selain itu, juga membantu menyegarkan kepala setelah banyak beraktivitas.

Untuk waktu keramas pun disesuaikan; jika memang berminyak, disarankan 1-2 hari sekali. Jika memang masih dianggap normal, bisa 2-3 hari sekali. Lalu, penggunaan pengering rambut elektronik sebaiknya dihindari. Pun, jika mengenakan handuk, hindari menggosok rambut.

“Ketika mengeringkan rambut, ada baiknya jangan digosok dengan handuk karena itu membuat rambut mudah patah dan tentu rontok. Untuk menjaga rambut tetap sehat baiknya cukup ditepuk-tepuk saja menggunakan handuk,” pungkas dr. Yoga.

Baca Juga  Disebut Gibran Investor IKN, Ini Kisah Pendiri Grup Mayapada

Aulia Putriningtias
(FIR)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *