3 Bulan Pimpin GOTO, Patrick Walujo Kebut Inovasi Produk

Berita, Teknologi649 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) gencar berinovasi dan merilis sejumlah produk yang turut mendorong perbaikan kinerja dalam 9 bulan pertama atau per September 2023. Hasilnya, emiten teknologi ini mencatatkan perbaikan kinerja dengan memangkas rugi bersih atribusi entitas induk hingga 53% per September 2023 menjadi Rp 9,55 triliun, dari periode yang sama tahun lalu rugi bersih Rp 20,32 triliun.

Sepanjang 9 bulan tahun ini, GoTo mampu mencatatkan total pendapatan bersih Rp 10,51 triliun atau naik 32% dari periode yang sama 2022 sebesar Rp 7,97 triliun.

Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo mengatakan pemulihan kinerja disebabkan strategi perseroan memperluas pasar potensial (total addressable market/TAM) melalui pengembangan produk dan layanan. Sehingga mampu menjawab kebutuhan konsumen yang peka terhadap harga (price conscious customers).

“Sinergi ekosistem yang semakin kuat ini menjadi keunggulan kami di tengah kompetisi yang semakin ketat,” kata Patrick, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (1/11/2023).

Patrick menegaskan, Grup GoTo akan terus beradaptasi secara taktis untuk mempertahankan kepemimpinan pasar, serta berinvestasi untuk mendukung strategi bisnis jangka panjang perseroan.

Ini sederet inovasi produk yang diluncurkan GoTo

1. GoTo Passport

GoTo Passport diluncurkan pada kuartal III-2023. Teknologi ini menyatukan seluruh platform GoTo, sehingga dapat memperoleh pemahaman lebih mendalam terhadap para konsumen serta interaksi mereka dalam ekosistem GoTo.

“Grup GoTo juga telah mengawali uji coba program langganan universal yang menggabungkan fitur gratis ongkos kirim di Tokopedia dan GoFood untuk mendorong penggunaan multiplatform secara lebih jauh,” ungkap dia.

2. GoRide Transit

GoTo memperluas ketersediaan berbagai produk dan layanan ekonomis dengan memperkenalkan GoRide Transit. Layanan transportasi multimoda pertama di dunia ini mengintegrasikan transportasi publik dan layanan mobilitas dalam satu pesanan aplikasi Gojek.

Menurut Patrick, produk tersebut mendatangkan konsumen baru dan membawa kembali konsumen yang tidak aktif. Hal ini sejalan dengan strategi memperluas TAM dengan menjangkau konsumen yang memprioritaskan harga.

Baca Juga  IHSG Cetak Rekor ATH, Asing Diam-diam Borong 10 Saham Ini

4. GoCar Hemat

Layanan transportasi berbiaya terjangkau ini telah mencatatkan profitabilitas dan kini diperkenalkan di lebih banyak kota. Mitra pengemudi GoCar Hemat mengalami pertumbuhan pesanan per jam sebanyak lebih dari 35%.

5. GoFood Mode Hemat

Selain itu, ada layanan GoFood yang memberikan pilihan harga terjangkau dan kini semakin diperluas. Layanan ini mendorong peningkatan kepadatan pesanan, pengumpulan pesanan (batching), dan menurunkan biaya yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan.

“Pada kuartal ketiga ini, mitra pengemudi yang mengambil pesanan GoFood Mode Hemat dan GoFood reguler mengalami peningkatan pesanan per jam sebanyak hampir tiga kali lipat,” ujar Patrick.

6. GoRide Nego

Untuk memperluas penawaran produk layanan kepada konsumen yang memprioritaskan harga, GOTO melakukan uji coba GoRide Nego. Layanan ini memungkinkan konsumen dan mitra pengemudi berkomunikasi secara langsung dan saling menyepakati harga pengantaran

“Ini adalah contoh inovasi perseroan yang berkesinambungan dengan tujuan menjangkau konsumen,” ungkap dia.

7. Merchant Co-funding Program

Di unit bisnis E-Commerce (Tokopedia), GoTo berinvestasi pada kelompok konsumen intinya agar dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang. Inovasi ini sekaligus memastikan momentum 2024 dengan memanfaatkan program yang dibiayai mitra pedagang (merchant co-funding program) dan mengaktifkan kembali beberapa upaya pemasaran dan promosi tertentu.

8. Konten Personalisasi

Untuk memperluas jangkauan pasar, Tokopedia menyediakan beragam produk untuk menjangkau kelompok konsumen yang memprioritaskan harga. Selain itu, Tokopedia berinvestasi mengembangkan pengalaman berbelanja lebih baik agar konsumen dapat menemukan produk yang relevan.

Hal ini meliputi investasi pada kecerdasan buatan prediktif (predictive AI) untuk membuat konten lebih terpersonalisasi bagi konsumen.

9. GoPay Later di Tokopedia

GoTo juga mengembangkan ketersediaan produk pembayaran di Tokopedia, termasuk GoPayLater dan produk pinjaman tunai baru. Layanan ini menyediakan fleksibilitas cara bayar lebih luas bagi konsumen yang memprioritaskan harga.

10. Aplikasi Gopay

Setelah diangkat menjadi Dirut GOTO melalui RUPST pada 30 Juni 2023, Patrick membuat gebrakan dengan meluncurkan aplikasi Gopay. Digital wallet ini merupakan bagian utama dari strategi GoTo untuk memberikan layanan keuangan digital terpadu untuk Indonesia.

Baca Juga  Pasar Optimis The Fed Pangkas Suku Bunga, Rupiah Naik Tipis

“Aplikasi ini dibuat untuk GoPay bisa merambah masyarakat Indonesia yang lebih luas. Terutama mereka yang belum menjadi konsumen atau pengguna layanan Gojek dan tokopedia,” kata Patrick.

Saat ini aplikasi GoPay telah diunduh lebih dari lima juta kali. Sekitar 50% dari pengguna yang bertransaksi melalui aplikasi GoPay adalah pengguna baru atau yang aktif kembali, sedangkan sekitar satu per empat di antaranya kemudian bertransaksi di Gojek atau Tokopedia.

11. GoPay Tabungan by Jago

Pada 18 Oktober lalu, perseroan juga meluncurkan GoPay Tabungan by Jago, kolaborasi layanan uang elektronik (e-money) yang simpel dengan keunggulan bank. GoPay Tabungan by Jago telah menarik 200.000 pengguna dan mencatatkan lebih dari satu juta transaksi sejak diluncurkan.

“Produk ini meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga Jago, yang akan berkaitan langsung dengan biaya dana yang lebih murah melalui kemitraan penyaluran pinjaman antara Perseroan dengan Bank Jago,” papar dia.

12. Pinjaman Tunai di Tokopedia dan Gojek

GoTo juga meluncurkan dua produk dan fitur pinjaman tunai di aplikasi Tokopedia dan pinjaman tunai di aplikasi Gojek. Dari layanan ini, jumlah pinjaman yang diberikan (outstanding) GoTo mencapai Rp 1,4 triliun per kuartal III-2023 atau tumbuh 44% dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Hal ini dicapai sejalan dengan pertumbuhan profitabilitas, dengan tingkat pinjaman bermasalah (non-performing loan/NPL) jauh di bawah produk serupa. Hampir 60% dari pembukuan pinjaman (loan book) GoTo saat ini didanai oleh Bank Jago, dan Perseroan akan terus berkolaborasi dengan Bank Jago untuk memperbesar skala penyediaan pinjaman konsumen di 2023,” pungkas Patrick.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ini Alasan GOTO Tunjuk Patrick Jadi Bos Baru

(rah/rah)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *