2 Program Oxford University Press Ini Diyakini Melengkapi Kurikulum Merdeka

Berita, Teknologi573 Dilihat

Jakarta:  Oxford University Press, Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia, dan Kedutaan Besar Inggris Jakarta berkolaborasi untuk memperkaya pengalaman pendidikan Inggris bagi pelajar di seluruh Indonesia. Salah satunya melalui Oxford International Curriculum dan OxfordAQA International Qualifications yang diperkenalkan oleh Oxford University Press.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbudristek, Iwan Syahril meyakini, Oxford International Curriculum dan OxfordAQA International Qualifications yang diperkenalkan oleh Oxford University Press akan memperkaya dan melengkapi Kurikulum Merdeka.  Selain itu juga mendukung pendekatan pendidikan yang komprehensif dan inklusif.
 
“Kementerian dengan sepenuh hati menyambut mitra dan pemangku kepentingan internasional kami yang berdedikasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola sekolah, pengajaran, dan pembelajaran di Indonesia,” kata Iwan di Jakarta, Jumat 27 Oktober 2023.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey menyampaikan dukungannya terhadap institusi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan pendidikan kelas dunia melalui penyediaan kurikulum Inggris yang berkualitas tinggi. Merancang, mengembangkan dan melaksanakan kurikulum dan kualifikasi yang memungkinkan pelajar untuk maju ke tahap berikutnya.
 
“Utamanya dalam pendidikan dan karier mereka adalah bidang inti keahlian negara Inggris, dan saya ingin membina lebih banyak kemitraan dengan lembaga-lembaga pendidikan Indonesia.” terangnya.
 
Kepala Kemitraan Global di Oxford University Press, Luke Sweetman menyatakan sangat senang dapat berkolaborasi dengan Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia dalam upaya penting ini.  Oxford University Press memiliki komitmen jangka panjang terhadap pendidikan dan pengembangan kesiapan siswa untuk masa depan.
 
“Bersama dengan Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia, acara ini bertujuan untuk menyediakan platform bagi para pendidik, administrator sekolah, dan pembuat kebijakan untuk berbagi dan belajar dari pengalaman dan keahlian satu sama lain,” ujar Sweetman.
 
Ketua Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia, Haifa Segeir menekankan, perkumpulan Sekolah SPK Indonesia berdedikasi untuk mengembangkan lingkungan pendidikan menyeluruh yang memprioritaskan kesejahteraan siswa. “Kolaborasi kami dengan Oxford University Press mewakili langkah signifikan menuju penciptaan masa depan yang lebih cerah untuk generasi muda Indonesia. Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita dapat mencapai hasil yang lebih baik dan berkontribusi terhadap kesejahteraan siswa kami secara keseluruhan,” katanya.
 
Oxford University Press merupakan sebuah departemen di Universitas Oxford, memperkenalkan
pendekatan holistik untuk siswa berusia 2 hingga 19 tahun dengan mengutamakan
kesejahteraan siswa.  Ini mencakup Oxford International Curriculum dan OxfordAQA International Qualifications.
 
Pendekatan inovatif ini mendukung visi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi di Indonesia, didukung oleh dedikasi yang sangat tinggi untuk membina kesejahteraan siswa sebagai bagian terpenting dari pengalaman belajar.
 
Pengenalan pendekatan Oxford bertepatan dengan dinamika transformasi yang terjadi di sektor pendidikan Indonesia. Sejak tahun 2019, Indonesia telah memulai perjalanan reformasi pendidikan.
 
Inisiatif Merdeka Belajar berperan penting dalam membentuk paradigma pendidikan baru di negara ini dengan memperkenalkan penekanan baru pada otonomi siswa, literasi digital, dan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan berpusat pada siswa.  Sehubungan dengan perubahan ini, Oxford dengan bangga mendukung kebutuhan siswa dan pendidik yang terus berkembang di Indonesia.
 
Seiring dengan berkembangnya dunia pendidikan, Oxford bergerak melampaui pendekatan pengajaran tradisional untuk menciptakan lingkungan di mana siswa dapat membangun keterampilan belajar seumur hidup untuk mencapai kesuksesan. Pendekatan berpikiran maju ini mempersiapkan siswa tidak hanya untuk mencapai keunggulan akademis namun juga menanamkan keterampilan dan sikap yang dibutuhkan untuk berkembang di dunia yang terus berubah.

Baca Juga  IHSG Ngegas 1,5%, 5 Saham Big Cap Ini Jadi Pendorongnya

Fokus utama dari pendekatan Oxford 2 hingga 19:

  1. Membangun fondasi yang kuat dengan Oxford International Curriculum Oxford International Curriculum, yang pertama kali diperkenalkan secara global pada tahun 2021, kini dapat diakses oleh banyak sekolah di Indonesia, serta lebih dari 100 institusi pendidikan di seluruh dunia. Kurikulum ini telah dirancang untuk memberikan kesejahteraan pada semua proses belajar mengajar dan untuk mengembangkan keterampilan dan sikap global melalui semua mata pelajaran inti, dari tahun awal hingga sekolah menengah pertama.
  2. OxfordAQA International Qualifications menghasilkan siswa terbaik di seluruh dunia GCSE dan A Level Internasional OxfordAQA, yang secara cermat disesuaikan dengan standar Inggris, dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan unik siswa internasional. Ujian ini memprioritaskan keterampilan khusus mata pelajaran dibandingkan kemahiran bahasa dan pengetahuan budaya, selaras dengan prinsip Penilaian Adil OxfordAQA yang unik. Oxford International Curriculum dan OxfordAQA International Qualifications mendukung visi yang berani untuk reformasi pendidikan di Indonesia, dengan memberikan dukungan luas kepada sekolah, siswa, dan orang tua, dengan penekanan khusus pada pengembangan kesejahteraan siswa.

Kuliah di kampus favorit dengan beasiswa full kini bukan lagi mimpi, karena ada 426 Beasiswa Full dari 21 Kampus yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Info lebih lanjut klik, osc.medcom.id.
 

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(CEU)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *