11 Ribu Lebih Titik Api Karhutla di Sumsel Sepanjang 2023

Berita, Teknologi441 Dilihat


Palembang: Pejabat (Pj) Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menyebut ada 11 ribu lebih titik api atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Jumlah itu tercatat dari Januari hingga Oktober 2023.

“Untuk titik hotspot yang ada saat ini sampai dengan bulan Oktober totalnya mencapai 11 ribu lebih. Sementara untuk luasan karhutla mencapai 4 ribu hektare lebih sampai Agustus 2023,” kata Fatoni, Selasa, 10 Oktober 2023.
 


Sementara sejak Agustus 2023 hingga saat ini ada peningkatan titik panas yang cukup signifikan di Sumsel. 

Kondisi itu diperparah dengan terbatasnya sumber air untuk melakukan pemadaman, faktor angin yang kencang serta lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

“Untuk kondisi lahan rawan kebakaran di Sumsel seluruhnya total 8.003 hektar. Sementara lahan gambut yang dimiliki Sumsel seluas 1,2 juta hektar,” jelasnya.

Sedangkan kasus Inpeksi Saluran Pernapasan Atasn (ISPA) yang ditimbulkan kabut asap karhutla secara umum tidak ada peningkatan yang signifikan. “Jumlah kasus ISPA secara kumulatif pada minggu pertama sampai dengan minggu ke-4 di September totalnya mencapai 40 ribu lebih,” ungkapnya.

Kemudian terkait kondisi jarak pandang di Sumsel, wilayah tersebut pernah mengalami jarak pandang hanya 300 meter. Sementara itu, kondisi jarak pandangan normal 10.000 meter masih berjalan normal.

“Namun penundaan (penerbangan) belum terjadi dan take off meski akibat terbatas cara pandang juga masih bisa berlangsung,” jelasnya.

Pihaknya juga akan mengelar pertemuan kembali guna mempertajam upaya pencegahan karhutla yang akan dilangsungkan pada 11 Oktober 2023 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Lokasi tersebut dipilih karena daerah yang paling besar terjadi karhutla.

Ia juga mengajak seluruh aparat penegak hukum, mulai dari pihak kepolisian hingga kejaksaan untuk menindak tegas pelaku pembakaran. Selain itu, pihaknya berencana menerjunkan tim ahli dalam penanganan karhutla di Sumsel.

“Demi menanggulangi karhutla ini berbagai pihak kita libatkan, Pemprov Sumsel bersama Kodam, Polda, Kejati, dan perusahaan,” ujarnya.

 

Palembang: Pejabat (Pj) Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menyebut ada 11 ribu lebih titik api atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Jumlah itu tercatat dari Januari hingga Oktober 2023.
 
“Untuk titik hotspot yang ada saat ini sampai dengan bulan Oktober totalnya mencapai 11 ribu lebih. Sementara untuk luasan karhutla mencapai 4 ribu hektare lebih sampai Agustus 2023,” kata Fatoni, Selasa, 10 Oktober 2023.
 

Baca Juga  Pj Ketua TP PKK Sumsel Ajak Pelestarian Kerajinan Sulam Benang Emas Ranau

Sementara sejak Agustus 2023 hingga saat ini ada peningkatan titik panas yang cukup signifikan di Sumsel. 
 
Kondisi itu diperparah dengan terbatasnya sumber air untuk melakukan pemadaman, faktor angin yang kencang serta lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.



“Untuk kondisi lahan rawan kebakaran di Sumsel seluruhnya total 8.003 hektar. Sementara lahan gambut yang dimiliki Sumsel seluas 1,2 juta hektar,” jelasnya.
 
Sedangkan kasus Inpeksi Saluran Pernapasan Atasn (ISPA) yang ditimbulkan kabut asap karhutla secara umum tidak ada peningkatan yang signifikan. “Jumlah kasus ISPA secara kumulatif pada minggu pertama sampai dengan minggu ke-4 di September totalnya mencapai 40 ribu lebih,” ungkapnya.
 
Kemudian terkait kondisi jarak pandang di Sumsel, wilayah tersebut pernah mengalami jarak pandang hanya 300 meter. Sementara itu, kondisi jarak pandangan normal 10.000 meter masih berjalan normal.
 
“Namun penundaan (penerbangan) belum terjadi dan take off meski akibat terbatas cara pandang juga masih bisa berlangsung,” jelasnya.
 
Pihaknya juga akan mengelar pertemuan kembali guna mempertajam upaya pencegahan karhutla yang akan dilangsungkan pada 11 Oktober 2023 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Lokasi tersebut dipilih karena daerah yang paling besar terjadi karhutla.
 
Ia juga mengajak seluruh aparat penegak hukum, mulai dari pihak kepolisian hingga kejaksaan untuk menindak tegas pelaku pembakaran. Selain itu, pihaknya berencana menerjunkan tim ahli dalam penanganan karhutla di Sumsel.
 
“Demi menanggulangi karhutla ini berbagai pihak kita libatkan, Pemprov Sumsel bersama Kodam, Polda, Kejati, dan perusahaan,” ujarnya.
 
 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(DEN)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *