Wakili Pj. Bupati, Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim Buka FGD Komitmen Dan Dukungan Bersama Strategi Pengendalian TB Melalui Pendekatan SERAMBE Banyuasin.

Berita571 Dilihat

Kecamatan Rambutan – Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MT., MBA., IPU mewakili Penjabat (Pj) Bupati Banyuasin, H. Hani Syopiar Rustam, SH membuka secara resmi Pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Komitmen dan Dukungan Bersama Strategi Pengendalian TB Melalui Pendekatan SERAMBE Banyuasin (Sistem Informasi Program Kesehatan Berbasis Elektronik Dinas Kesehatan Banyuasin) menuju eliminasi tahun 2030 berlangsung di Hotel OPI, Jakabaring, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Senin (23/10).

Kegiatan ini bertujuan menyusun rencana aksi daerah tentang program penanggulangan TBC di Kabupaten Banyuasin, meningkatkan komitmen dari lintas sektoral dalam perencanaan anggaran untuk program penanggulangan TB di Banyuasin, melakukan koordinasi perencanaan pemantapan evaluasi kegiatan agar tercapai sinergi dalam upaya meningkatkan penanggulangan TB.

Selain itu juga sebagai upaya koordinasi dan integrasi program publik terkait upaya menuju eliminasi TB melalui SERAMBE Banyuasin dan terbentuknya rencana aksi daerah tentang penanggulangan TBC di Kabupaten Banyuasin berdasarkan output yang didapat.

Sekda Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim menyampaikan bahwa sampai saat ini penyakit Tuberculosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan menjadi tantangan global. Hingga saat ini Indonesia masih menjadi urutan kedua (2) dengan beban penyakit terbanyak di dunia setelah India, Tiongkok, Nigeria dan Pakistan.

Dan menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2022 untuk jumlah penderita TB ada sebanyak 969 ribu kasus. Dan kasus TB di Indonesia diketemukan pada proporsi umur 45 sampai umur 54 tahun ada sebanyak 17,5%, diikuti kelompok umur 25 sampai umur 34 tahun sebanyak 17,1% dan kelompok umur 15 sampai dengan 24 tahun ada sebanyak 16,9%.

Sedangkan di Kabupaten Banyuasin kasus Tuberculosis pada tahun 2022 diketemukan sebanyak 2017 kasus, dan pada tahun 2023 sampai dengan awal bulan Oktober sudah diketemukan kasus sebanyak 1694 kasus.

Baca Juga  Pemadaman Kebakaran Gunung Panderman Diprediksi Butuh Waktu 5 Hari

Untuk upaya Pencegahan Pengendalian penyakit Tuberculosis  tentu saja sangat memerlukan peran kader dan lintas sektor, dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya. Dan  akan kurang efekfif hasilnya apabila hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja.

Insya Allah kedepan upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tuberculosis akan tetap kita dukung dengan kita bersinergi dan berkolaborasi antara Kesehatan dengan berbagai OPD, Badan, Organisasi, Lembaga lain diluar kesehatan sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit Tuberculosis dan harapannya dapat meningkatkan derajat kesehatan di Kabupaten Banyuasin, menuju Banyuasin Sehat  negeri yang kita cintai ini.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Dr. dr. Rini Pratiwi, M.Kes bahwa untuk upaya Pencegahan Pengendalian penyakit Tuberculosis tentu saja sangat memerlukan peran kader dan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya.

Sebagai contoh hal ini dapat dilihat pada Peraturan Presiden Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberculosis dimana secara tertulis adanya aturan bahwa berbagai sektor lainnya yang non Kesehatan seperti Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya kemitraan yang efektif di daerah dalam pengendalian penyakit Tuberculosis ini.

Dr. dr. Rini menegaskan bahwa pengendalian TBC akan kurang efekfif hasilnya apabila hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Untuk itulah kita lakukan FGD komitmen dan dukungan melalui pendekatan SERAMBE Banyuasin yang akan memerlukan sinergi bersama lintas sektor.

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala OPD dalam wilayah Kabupaten Banyuasin, Camat se-Kabupaten Banyuasin, Sekretaris Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Dalam Lingkungan OPD Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit se-Kabupaten Banyuasin, Koordinator RSSH ATM Provinsi Sumatera Selatan, Pimpinan UPT Puskesmas, Lurah dan Kepala Desa dalam wilayah Kabupaten Banyuasin, dan Organisasi Profesi,  Guru UKS, Kader Tb se-Kabupaten Banyuasin. (Diskominfo-SP/IKP).

Baca Juga  Asing Terciduk Kompak Borong Saham BUMN di Kala IHSG Menguat



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *